detikNews
Senin 14 Mei 2018, 08:11 WIB

Cerita Fera, Anak Penjaga Ponten Peraih Nilai UNBK Tertinggi se-Jatim

Enggran Eko Budiat - detikNews
Cerita Fera, Anak Penjaga Ponten Peraih Nilai UNBK Tertinggi se-Jatim Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Fera Febriyanti (18) meraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK tertinggi se-Jatim tahun ini. Tak disangka, siswi kelas XII jurusan Akuntansi SMKN Mojoagung, Jombang ini adalah putri penjaga ponten.

Total nilai UNBK yang didapatkan Fera adalah 380, dengan rincian nilai Bahasa Indonesia 94, Bahasa Inggris 96, Matematika 100 dan Kompetensi 90.

Nilai ini terpaut tipis dengan teman satu sekolahnya Yussi Stiefania yang mendapatkan nilai 377,5, disusul Eva Yunita Agustina dari SMKN 1 Pogalan, Trenggalek dengan nilai 377,5.

"Saya endak nyangka, target saya tak sejauh itu, kan saya dari SMK pinggiran di Jombang," katanya saat berbincang dengan detikcom di rumahnya, Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang, Senin (14/5/2018).


Fera memang dikenal sebagai salah satu siswa pandai di sekolahnya. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Iyas (60) dan Carwin (54) ini menjadi langganan ranking satu di kelasnya.

Namun siapa sangka, gadis berparas ayu ini datang dari keluarga sederhana. Sehari-hari ayah Fera berprofesi sebagai penjaga ponten atau toilet umum.

Sang ayah, Iyas mengaku saat ini menjaga ponten di 4 lokasi berbeda, yaitu di Pasar Sukodono dan Sepanjang, Sidoarjo, serta di Pasar Mojotrisno-Mojoagung dan Pasar Ploso, Jombang.

"Saya jaga ponten pindah-pindah, satu minggu di Sidoarjo, satu minggu di Jombang," ujarnya.


Iyas mengaku menekuni profesi penjaga ponten sejak tahun 1985. Saat itu ia hijrah dari tanah kelahirannya di Tasikmalaya, Jabar ke Jember.

Namun di tahun 1991, Iyas pindah ke Sidoarjo meski masih mencari nafkah dengan menjaga ponten. Kondisi ini tak berlangsung lama dan Iyas terpaksa bekerja serabutan untuk menyambung hidup keluarganya.

Baru tahun 2000, Iyas kembali menjadi penjaga ponten di Pasar Mojotrisno, Jombang. "Penghasilannya tak menentu, tapi alhamdulillah cukup untuk biaya pendidikan anak maupun biaya hidup," terangnya.

Iyas pun bangga atas prestasi yang diraih putrinya. Ia berharap pendidikan anaknya selepas SMK semakin lancar.

"Saya hanya berharap Fera mendapat beasiswa atas prestasinya, kalau karena kemiskinan, saya tak mau," tandasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed