Ironisnya, tumpukan sampah sungai ini seperti sengaja dibiarkan. Padahal, jaraknya cukup berdekatan dengan permukiman warga. Selain menimbulkan aroma tak sedap, tumpukan sampah ini juga dikhawatirkan akan berdampak pencemaran dan menyebabkan penyakit bagi warga sekitar.
"Sampahnya ya bermacam-macam, malah kadang ada bangkai hewan, mulai bangkai tikus, kucing, dan lainnya. Apalagi kalau siang hari, baunya tambah menyengat, sampai malas mau buka pintu rumah. Warga sekarang banyak mengeluh dan khawatir ini bisa jadi penyakit," kata Sukartini, warga setempat.
Imbauan agar tak membuang sampah/ Foto: Ghazali Dasuqi |
Pengamatan detikcom menyebutkan, tumpukan beragam macam sampah itu terlihat di depan pintu air, sejak beberapa hari ini. Sampah tidak bergerak mengikuti aliran sungai, karena pintu air sengaja dikecilkan. Sebab, di bagian hilir sungai kini sedang ada pelaksanaan proyek pembangunan. Sehingga aliran air sungai dikecilkan.
Namun, dampak menumpuknya sampah ini seperti lepas dari perhatian. Karena sejauh ini belum ada upaya pembersihan dari pihak terkait. Padahal sampah sungai itu mulai menebarkan aroma tak sedap.
"Ini bisa terjadi pencemaran, karena sampah itu cukup bau. Mestinya ya dibersihkan, jangan menunggu pintu air sungai ini dibuka normal. Karena makin lama sampah ini akan semakin banyak. Warga sekarang resah karena sampah ini," tandas Shalehuddin, Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Dawuhan, Situbondo.
Beberapa waktu lalu, pihak Forpimda dan Puskesmas Situbondo sudah memberikan imbauan agar warga buang sampah di sungai. Imbauan dilakukan dengan memasang poster di tepi aliran sungai. Namun rupanya warga banyak yang tidak mengindahkan. Salah satunya karena tidak tersedianya bak-bak sampah di lingkungan warga.
Padahal beberapa waktu lalu, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Situbondo dipantau melalui aplikasi online. Pengawasan pengelolaan sampah di TPA bisa dilakukan secara intensif, apakah sudah sesuai SOP atau tidak.
Untuk mendukung sistem online tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo telah memasang sejumlah CCTV di kawasan TPA yang berlokasi di Desa Siliwung, Kecamatan Panji. (fat/fat)












































Imbauan agar tak membuang sampah/ Foto: Ghazali Dasuqi