Kabarnya, setelah meracuni dua temannya hingga meninggal, Teguh juga sempat meracuni para pekerja proyek tempatnya bekerja di Jalan S Supriyadi, Sukun, Kota Malang.
"Entah benar apa tidak, saat itu semua mengalami pusing dan mual. Saya juga merasakan, habis meminum kopi buatan dia (Teguh, red)," ujar Gatot (48), kepala tukang di proyek bangunan tempat Teguh bekerja, saat ditemui detikcom, Jumat (11/5/2018).
Gatot mengaku, Teguh datang kepadanya untuk meminta pekerjaan. "Dia minta saya, cari kerja, apa bisa kerja disini. Saya katakan boleh saja," cerita Gatot.
Hingga suatu ketika terjadi insiden kurang menyenangkan di mana sebagian pekerja merasa pusing dan mual. Kopi untuk pekerja memang dibuat sendiri oleh pekerja secara bergiliran.
"Kebetulan saat itu, Pak Yit dan Teguh, yang membuatkan kopi. Waktu itu hanya mereka yang tak keracunan," lanjutnya.
Menyadari ada yang tak beres, Gatot membelikan kelapa muda untuk rekan-rekan kerjanya. Dan gejala keracunan yang mereka alami pun perlahan hilang.
Kini setelah perbuatan Teguh terungkap, Gatot pun menduga kopi yang dulu diminum bersama-sama itu juga merupakan ulah pria yang tercatat sebagai warga Jalan Sarangan, Desa Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang itu.
"Setelah tahu dan diduga teman kami tiga orang diracun Teguh, jadi yakin, jika kopi tersebut dicampuri sesuatu sampai berakibat kami pusing dan mual," terangnya.
Secara pribadi, Gatot tak mengetahui latar belakang Teguh tega membunuh tiga teman kerjanya itu. Kematian berantai, tiga pekerjanya baru diketahui pasca Teguh mengaku bahwa telah meracuni mereka.
"Jaraknya kurang lebih satu pekan dari yang pertama Pak Mu'in, Sugiono, hingga Pak Yit," bebernya.
"Informasinya, tersangka juga sempat meracuni pekerja proyek. Semua masih didalami, untuk dua korban lain, tempat kejadian perkara di wilayah hukum Polres Malang," ungkap Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta terpisah. (lll/lll)











































