Umat Islam Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina di Konjen Amerika

Umat Islam Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina di Konjen Amerika

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 11 Mei 2018 17:07 WIB
Foto: Deni Prastyo Utomo
Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Usai salat Jumat, ratusan massa aksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendatangi kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat. Mereka menuntut AS yang telah melanggar perjanjian PBB tentang Yerusalem(Al Quds).

Dengan membawa sejumlah atribut seperti bendera merah putih dan sejumlah poster bertuliskan 'Red Card For USA' dan 'Stop Israel Dump Trump'.

"Kita usir kedutaan Amerika yang mendirikan kedutaan di Al Qusd... Semuanya Takbir... Allahu Akbar... Allahu Akbar," seru kordinator aksi saat demo di samping Kantor Konjen AS di Jalan Telaga Utama Road Sambikerep, Surabaya, Jumat (11/5/2018).


Selain itu, massa aksi juga menolak kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Kami datang untuk kedua kalinya disini. Pertama saat pengumuman Donald Trump akan memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dan yang kedua tanggal 14 Mei mendatang adalah tenggang waktu yang diberikan oleh Donald Trump untuk memindah kedutaan disana bertepatan dengan 70 tahun Israel ini yang kami tentang," kata Ketua Umum DPW PKS Jatim, Arif Hari Setiawan.

Demo tersebut juga diikuti ratusan wanita dan anak-anak yang meneriakkan kemerdekaan Palestina.

Umat Islam Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina di Konjen ASFoto: Deni Prastyo Utomo



Menurut Arif, Amerika Serikat telah menyalahi kesepakatan, sebab Yerusalem adalah wilayah internasional dan tidak boleh dimiliki, baik oleh Palestina maupun Israel.

"Ini telah menyalahi kesepakatan. Pihak yang bersengketa tidak boleh ada yang memiliki kota ini," tambahnya.


Arif juga akan mengirimkan lima perwakilannya untuk memberikan surat berisi pernyataan sikap kepada Konjen AS. Surat tersebut berisi tentang penolakan pemindahan kedutaan Amerika di Yerusalem dan penetapan ibukota Israel dari Palestina ke Yerusalem.

"Kami akan mengirimkan lima perwakilan untuk bertemu dan menyerahkan nota protes kami terhadap Amerika," kata Arif

Arif mengingatkan bahwa Indonesia harus membela Palestina karena Indonesia berhutang pada negara ini. "Negara kita punya hutang terhadap rakyat Palestina karena mereka yang juga pertama kali yang mengakui kemerdekaan Indonesia," tegasnya.

Di akhir aksi penolakan dan protes terhadap AS, massa aksi juga melakukan lelang sejumlah syal bertuliskan 'Save Palestine' yang hasilnya akan disumbangkan untuk warga Palestina. (lll/lll)