Gubernur Jatim Jamin Stok dan Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok

Zaenal Effendi - detikNews
Kamis, 10 Mei 2018 18:49 WIB
Foto: Rois Jajeli
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan harga beras, daging, ayam, telor serta cabe keriting maupun bawang merah dan bawang menjelang ramadan tidak naik dan stoknya melimpah. Bahkan, beberapa harga kebutuhan pokok mengalami penurunan.

"Stok beras di Jatim saat ini dalam kondisi aman. Untuk itu, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying," kata Gubernur Jatim Soekarwo dalam rsiaran pers yang diterima detikcom, Kamis (10/5/2018).

Stok beras, kondisinya masih sangat cukup di Jatim. Panen beras pada Bulan Maret-April sekitar 2,6 juta ton setara beras, sedangkan dalam setahun Jatim surplus 5,1 juta ton beras. Sedangkan stok beras di Bulog Divre Jatim saat ini, telah tersedia sebanyak 225 ribu ton. Untuk harga beras IR 64 dan bengawan cenderung turun.

Pakde Karwo sapaan akrabnya, juga mengungkapkan harga daging di Jatim masih stabil dari bulan Desember 2017 hingga Mei 2018. Harga daging dengan kualitas satu Rp 106 ribu, kualitas dua seharga Rp 95 ribu, dan tetelan Rp 85 ribu.

Mengenai daging ayam ras, ia menyampaikan stoknya masih sangat besar. Jatim menghasilkan daging ayam ras sebanyak 26 persen dari total daging ayam di Jatim. Harganya cenderung turun, mencapai Rp 32 ribu sejak Bulan Januari 2018. Sedangkan untuk daging ayam kampung harganya sekitar Rp 56-57 ribu.

Untuk harga telor ayam kampung mencapai Rp 36 ribu/kg. Sedangkan telor ayam ras harganya mencapai Rp 22 ribu per kg dengan ongkos produksi Rp 16 ribu. Kondisi tersebut membuat pedagang dan petani mendapatkan keuntungan. "Tidak ada alasan untuk telor ayam ras naik harganya. Sudah ada perhitungan yang jelas," uungkapnya.

Sedangkan cabai seperti cabai keriting, merah besar dan rawit, mulai Bulan Maret mengalami penurunan harga. Harga cabai keriting Rp 29 ribu, cabai merah besar Rp 30 ribu dan cabe rawit Rp 23 ribu. Sedangkan bawang merah sedang panen besar saat ini dengan harga sekitar Rp 28 ribu.

Dengan kondisi seperti ini, semua pihak diminta untuk tidak menaikkan harga bahan pokok. Begitu juga dengan forkopimda melalui Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya bisa bertindak tegas untuk menangani para pengusaha mempermainkan harga bahan pokok.

"Memang demand terhadap bahan pokok naik 10 persen untuk hari raya dan puasa, tetapi jumlah orangnya sama. Tinggal Kapolda dan Pangdam membantu memantau kepatuhan pengusaha dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok," minta Pakde Karwo.

Pakde juga menganggap stabilnya harga kebutuhan pokok, beberapa diantaranya menurun dianggap sebuah prestasi dan sejarah. "Ini sejarah besar pada hari raya nasional harga-harga tidak naik," jelasnya.

Ia pun optimis dengan korrdinasi seluruh pihak baik pengusaha, distributor maupun Forkompimda Jawa Timur bisa mewujudkan diflasi.

"Saya percaya semua pihak bisa mewujudkan deflasi pada bulan ramadan hingga lebaran. Situasinya jadi tidak bagus kalau puasa dan lebaran inflasi tinggi" pungkasnya. (ze/bdh)