DetikNews
Kamis 10 Mei 2018, 16:16 WIB

Cegah Spekulan Nakal Jelang Ramadan, Pemkab Pacitan Kawal HET Beras

Purwo S - detikNews
Cegah Spekulan Nakal Jelang Ramadan, Pemkab Pacitan Kawal HET Beras Foto: Purwo S
Pacitan - Momen hari besar selalu identik dengan lonjakan harga kebutuhan pokok. Salah satunya beras. Tak ingin itu terjadi, Pemkab Pacitan intensif mengawal pemberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Upaya itu dilakukan dengan turun langsung ke pasar-pasar.

"Kita berupaya menyosialisasikan HET beras seperti di atur dalam permendag nomor 57 tahun 2017. Sosialisasi kami berikan baik kepada pedagang maupun pengunjung pasar," kata Supomo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pacitan, Kamis (10/5/2018).

Selain pemberitahuan lisan, lanjut Supomo, petugas juga memasang pesan tertulis di tiap kios yang menjual beras. Isinya merujuk Peraturan Kementerian Perdagangan yang menjadi dasar hukum penetapan HET. Untuk beras medium harga jual tertinggi yang diizinkan Rp 9.450. Sedangkan beras premium Rp 12.800 per kilogram.

"Jadi untuk masyarakat yang mengetahui pedagang menjual beras di atas harga yang ditetapkan itu, silakan melapor kepada kami. Tentu saja akan kita tertibkan," ujar ASN yang pernah menjabat Kasatpol PP dihubungi detikcom.

Jurus lain yang disiapkan untuk menjaga stabilitas harga adalah operasi pasar. Langkah terakhir ini, terang Supomo, sudah masuk perencanaan. Wacana tersebut sedang dibahas bersama pihak terkait. Langkah operasi pasar merupakan bentuk antisipasi. Sebab sejauh ini harga di pasaran relatif masih terkendali.

"Kita berharap mulai awal Ramadan sampai Idul Fitri nanti tidak ada lonjakan harga signifikan," imbuhnya seraya mengimbau warga berhemat dalam berbelanja.

Pantauan detikcom di beberapa kios Pasar Minulyo, harga jual masih normal. Baik jenis medium maupun premium, pembeli bisa mendapatkannya dengan harga sesuai HET. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah daging. Kenaikan rata-rata mencapai Rp 2.000 per kilogram.

"Kalau harga beras memang sampai saat ini tidak mengalami perubahan. Tapi ndak tahu juga nanti, karena saya belum kulakan lagi," ujar Siswoyo, pemilik kios di Pasar Minulyo.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed