Meme Dosen ITS dan Unair soal HTI yang Bikin Rektor Turun Tangan

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Rabu, 09 Mei 2018 13:03 WIB
Foto: Internet
Surabaya - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Perjuangan HTI diputuskan bertentangan dengan ideologi Pancasila. Maka itu, organisasi tersebut sah untuk dibubarkan sesuai Surat Keputusan (SK) Menkumham tahun 2017.

Di media sosial, beredar meme pernyataan 4 dosen Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pernyataan itu disertai foto dan jabatan. #HTILayakMenang #DukungHTIUntukIslam #DukungHTIUntukUmat, demikian beberapa hashtag mereka.


Rektor ITS Joni Hermana turun tangan. Joni menyebutkan 3 dosen yang jadi meme, yakni Prof Daniel M. Rosyid (Guru Besar Teknologi Kelautan), Arif Rahmadiansah (Kepala Laboratorium Teknik Fisika), dan Lukman Noerochim (Kaprodi Pascasarjana Teknik Material), telah diperiksa.

"Kemarin sudah kita panggil ketiganya untuk dimintai konfirmasi," kata Joni dalam jumpa pers SBMPTN di Gedung Rektorat Unair Kampus C Mulyorejo, Selasa (8/5/2018).

Rektor ITS Joni HermanaRektor ITS Joni Hermana (Foto: Deni Prastyo Utomo/detikcom)
Jika terbukti mendukung HTI, maka ketiga dosen itu akan dicopot dari jabatannya. "Kami harus berani tegas. Karena itu pelanggaran berat. Paling tidak harus dicopot dari jabatannya semua," tegas Joni.

Dari ketiga dosen, hanya Prof Daniel M. Rosyid yang sejauh ini angkat bicara. Rosyid mengaku tak tahu pembuat meme. Terkait kutipan pernyataan, ia membenarkan. Tanggal 2 Mei, Guru Besar Teknologi Kelautan ITS ini diminta tanggapan soal mengenai pembubaran HTI.

"Pencabutan BPH HTI oleh Pemerintah jelas mengada-ada dan sebuah upaya untuk menekan kebebasan berkumpul dan menyatakan pendapat, sambil mengaburkan ancaman sebenarnya sudah dan sedang terjadi atas NKRI, yaitu neokolonialisme," demikian kutipan pernyataan di meme dan dibenarkan Rosyid sebagai ucapannya.

Rosyid mengaku sejak dulu menolak Perppu pembubaran ormas. "Sikap saya bukan hanya untuk HTI tapi juga seluruh ormas. Saya konsisten menolak, dan tidak membawa nama institusi (ITS)," lanjut Rosyid.

Saat dipanggil Rektor Joni Hermana, Rosyid menjelaskan semuanya. "Beliau merasa keberatan dengan pernyataan saya dan seolah saya menggunakan nama ITS. Saya bilang itu bukan atas nama ITS, saya juga tidak bikin konferensi pers di ITS," katanya.


Rektor Unair M Nasih juga turun tangan karena ada satu dosen yang jadi meme terkait penolakan pembubaran HTI. Nasih mengatakan telah memanggil dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, Arif Firmansyah, beberapa waktu lalu.

Rektor Unair M Nasih Rektor Unair M Nasih (paling kiri) (Foto: Deni Prastyo Utomo/detikcom)

"Yang bersangkutan tiga atau empat bulan lalu sudah menandatangani kesepakatan terkait kasus ini. Tinggal nanti kita melakukan verifikasi kebenaran dari pihak yang bersangkutan," kata Nasih di Gedung Rektorat Kampus C Unair Mulyorejo.

Arif belum bisa dikonfirmasi terkait meme dan pemanggilan rektor. Pun halnya dengan dua dosen ITS selain M Rosyid. (trw/iwd)