DetikNews
Selasa 08 Mei 2018, 16:13 WIB

Ibu Kandung Bupati Mojokerto Turut Diperiksa KPK, Ada Apa?

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ibu Kandung Bupati Mojokerto Turut Diperiksa KPK, Ada Apa? Giliran enam orang saksi diperiksa KPK/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Penyidik KPK menghadirkan ibu kandung Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), Fatimah, saat hari terakhir pemeriksaan saksi. Pemeriksaan Fatimah diduga terkait jabatannya sebagai petinggi di CV Musika, perusahaan milik keluarga MKP.

Selain Fatimah, ada 6 orang lainnya dari CV Musika yang hari ini juga diperiksa KPK di aula Wira Pratama Mapolresta Mojokerto, Jalan Bhayangkara. Mereka adalah Mujayyidah, Akhmad, Artikah, Samsul Arif, Ida Halimah dan Beta.

Sejumlah pejabat juga dimintai keterangan KPK. Antara lain Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Abdulloh Muchtar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Didik Pancaning Argo, Kepala Dinas Kesehatan Didik Chusnul Yakin, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Teguh Gunarko, Kabag Pembangunan Rinaldi Rizal, serta Kepala Dinas Sosial Lutfi Ariyono.


KPK juga memeriksa sejumlah staf di Pemkab Mojokerto. Antara lain Ritalien, Anik dan Adi dari Dinas PUPR. Dari luar Pemkab Mojokerto di antaranya anggota DPRD Edi Ikhwanto, Untung Pujadi dan Hari Prasetya dari Bank Mega, Sudarso, Suyanto, Syamsul Arief, Nasori, serta Waskito.

Pantauan detikcom, hingga pukul 15.50 WIB, ibu Bupati MKP belum keluar dari ruang pemeriksaan. Pemeriksaan Fatimah diduga terkait peran CV Musika dalam menyuplai material untuk pengerjaan proyek di Kabupaten Mojokerto. Perusahaan ini bergerak di pemecah batu dan penyuplai hotmix.

KPK menetapkan Bupati MKP sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi. Dia ditahan sejak Senin (30/4). Kasus suap yang menjerat MKP terkait izin pembangunan tower telekomunikasi tahun 2015. Dalam perkara ini, MKP diduga menerima Rp 2,7 miliar dari petinggi perusahaan tower seluler.


Sementara kasus gratifikasi yang menjebloskan MKP ke tahanan terkait proyek jalan cor dan proyek lainnya di Dinas PUPR tahun 2015. Bupati 2 periode ini menjadi tersangka bersama Kadis PUPR periode 2010-2015 Zaenal Abidin. MKP dan Zaenal diduga menerima dana gratifikasi Rp 3,7 miliar.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed