Kutipannya Tolak Pembubaran HTI, Begini Klarifikasi Guru Besar ITS

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 15:50 WIB
Foto: Internet
Surabaya - Beberapa hari ini kutipan sejumlah dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) yang menolak dibubarkannya Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) viral di media sosial.

Menanggapi foto dan namanya tertulis pada foto tersebut, Guru Besar Teknologi Kelautan ITS, Prof Daniel M Rosyid dengan tegas membantah meme tersebut.

"Itu memenya bukan buatan saya, hashtag dan nama ITS itu yang ngerjakan orang lain, ndak tau saya," ujar Prof Rosyid saat dihubungi detikcom, Selasa (8/5/2018).


Namun untuk kutipan yang tertulis di meme tersebut, Rosyid mengakui jika itu memang benar pernyatannya. Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 2 Mei lalu dirinya dimintai pendapat mengenai pembubaran HTI.

"Saya hanya dimintai pendapat tentang pembubaran HTI, memang sikap saya seperti itu. Saya pernah nulis tentang Perppu ormas itu setahun yang lalu di Jawa Pos," paparnya.


Rosyid menambahkan, ia memang menolak adanya Perppu pembubaran ormas. Namun penolakan ini tak hanya ditujukan untuk HTI saja, melainkan juga untuk semua ormas yang merasakan kesewenang-wenangan pemerintah.

"Jadi sikap saya memang menolak Perppu itu, tentang kesewenang-wenangan pemerintah, sikap saya bukan hanya untuk HTI tapi juga seluruh ormas," lanjut Rosyid.

Rosyid menekankan pernyataan itu juga tidak ada sangkut-pautnya dengan kampus di mana ia mengajar. "Itu saya konsisten memang saya menolak. Itu memang pernyataan saya tapi saya tidak membawa-bawa nama ITS," tambahnya.


Sementara itu, ketika ditanya siapa yang mewawancarainya melalui pesan WhatsApp, Rosyid pun enggan membeberkan identitasnya.

"Saya kira saya tidak perlu menyebutkan namanya tapi dia dosen ITS yang dia berjihad di HTI. Saya tahu dia jadi HTI, tapi ya itu tadi saya diminta pendapat, saya jawab saja apa pendapat saya karena saya punya tulisan banyak tentang Perppu itu," tambahnya.

Kemarin Rosyid mengaku telah memenuhi panggilan dari Rektor ITS Prof Joni Hermana untuk mengklarifikasi meme tersebut. Dalam pertemuan itu, Rosyid telah mengatakan yang sebenarnya.

"Kemarin saya dipanggil Pak rektor. Pak rektor sebagai pimpinan perguruan tinggi negeri, beliau merasa keberatan dengan pernyataan saya dan seolah saya menggunakan nama ITS. Saya bilang itu bukan atas nama ITS, saya juga tidak bikin konferensi pers di ITS," tutupnya. (lll/lll)