DetikNews
Senin 07 Mei 2018, 13:37 WIB

Polisi Ungkap Penyelundupan 'Bawang Merah' Palsu di Surabaya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Polisi Ungkap Penyelundupan Bawang Merah Palsu di Surabaya Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Penyelundupan 114 ton bawang bombay impor dari India diungkap. Bawang bombay dengan diameter 3,5 Cm ini dipasarkan sebagai bawang merah.

"Ketentuan Menteri Pertanian Permenpan no 105 tahun 2017 hal ini memang dilarang. Yang diperbolehkan bawang bombay yang diameter 5cm, ini 3,5 cm," kata Kepala Satgas Pangan Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto saat meyidak gudang di Jalan Kasuari no 35, Surabaya, Senin (7/5/2018).

Tak hanya itu, Setyo mengatakan impor dan penjualan bawang ini dilarang keras karena bisa merusak harga bawang di pasaran. Sebelumnya harga bawang merah per kilogram berkisar antara Rp 20-23 ribu, namun bawangn ini hanya dijual Rp 13 ribu.

"Dilarang, ini yang impor merusak pasaran lokal karena harganya jauh sekali, sehingga para petani mengeluh," lanjut Setyo yang juga Kadivhumas Polri ini.

Sementara, Setyo mengatakan bawang bombay ini telah masuk ke Indonesia sejak bulan April. Belum genap satu bulan, oknum ini berhasil menjual 44 ton bawang. Bawang ini dipasarkan di pasar sekitar seperti di Pasar Pabean dan Wonokromo.

Polisi Ungkap Penyelundupan 'Bawang Merah' Palsu di SurabayaFoto: Hilda Meilisa Rinanda

"Jumlahnya sekarang yang kami sita 70 ton, yang masuk 114 ton sudah beredar. Masuk bulan April dari India,"lanjut Setyo.

Untuk mengelabuhi petugas, para oknum ini menumpuk bawang bombay yang akan dipasarkan sebagai bawang merah dengan bawang bombay merah yang diameternya 5 cm.

Sementara untuk pengungkapan kasusnya, petugas kepolisian sebelumnya menerima laporan dari beberapa agen dan warga yang mengeluhkan kehadiran bawang ini. Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, polisi pun menelusuri dan menemukan adanya timbunan 70 ton bawang di pergudangan.

Tak hanya itu, dalam kasus ini polisi menetapkan Direktur Utama PT Jakarta Sereal sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelundupan bawang impor ini.

"Tersangkanya Dirut PT. Jakarta Sereal, namun sementara masih dikumpulkan keterangan termasuk dirutnya dan saksi-saksi," lanjut Setyo.

Tersangka ditetapkan melanggar UU no 13 tahun 2010. "Kita juga lihat pasal-pasal di UU pangan maupun di UU perlindungan konsumen," kata Setyo.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed