detikNews
Jumat 04 Mei 2018, 22:01 WIB

Gara-gara HP, Pria Ini Tewas Dikeroyok 8 Orang

Adhar Muttaqin - detikNews
Gara-gara HP, Pria Ini Tewas Dikeroyok 8 Orang Para pelaku (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Manus Bahari (27) warga Kelurahan Jepun, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung tewas setelah dikeroyok delapan pemuda. Kasus ini terjadi karena persoalan handphone.

Kapolsek Tulungagung Kompol Mukalam mengatakan kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapatkan laporan dari orang tua korban. Saat itu korban ditemukan dalam kondisi babak belur di kawasan persawahan di Kelurahan Kutoanyar.

"Awalnya ayah korban menerima telepon dari salah satu pelaku (Mahfud Zakarya Fauzi) yang memberitahu jika anaknya dikeroyok massa di persawahan Kutoanyar. Dari informasi itu kemudian ayah korban ke lokasi dan membawa korban pulang ke rumahnya di Karangrejo Boyolangu," kata Mukalam kepada detikcom, Jumat (4/5/2018).

Namun sesaat setelah sampai di rumah, korban meninggal dunia. Merasa anaknya menjadi korban tindak kekerasan, keluarga korban akhirnya melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke kantor polisi.

"Kami langsung menindaklanjuti kasus tersebut, pada tahap awal kami berhasil mengamankan satu tersangka atas nama Mahfud Zakarya Fauzi warga Dusun Pokolimo, Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung.


Dari keterangan tersangka tersebut pihaknya mendapatkan informasi jika total jumlah pelaku pengeroyokan tersebut berjumlah delapan orang. Berbekal keterangan itu polisi memburu para pelaku lainnya.

"Alhamdulillah semua pelaku sudah kami tangkap dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Pelaku lainnya adalah HAF (15) dan Febri Ariadi (22) warga Desa Nglurup, Kecamatan Sendang. Supriyono (27), AAR (16), TAS (16) warga Desa Jambuwok, Kecamatan Sendang serta Tobi Wijaya Kusuma (19) warga Desa Nyawangan Kecamatan Sendang.

"Penangkapan ini atas kerjasama antara Resmob Polres Tulungagung, Polsek Tulungagung dan Polsek Sendang. Awalnya kami menangkap tersangka Mahfud di Desa Sembung, kemudian para tersangka lain ditangkap di rumahnya masing-masing," kata Mukalam.


Menurutnya, selain tersangka pihaknya juga mengamankan barang bukti dua unit handphone merk Oppo berwarna hitam dan Huawei warna putih. Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Tulungagung menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Mantan Kabag Ops Polres Trenggalek ini menambahkan, para tersangka tersebut diduga kuat telah melakukan pengeryokan secara bersama-sama terhadap korban Manus Bahari warga kalurahan Jepun, Tulungagung. Para pelaku diduga kesal dengan ulah korban yang membawa kabur handphone milik salah satu tersangka, sehingga akhirnya dilakukan pencarian dan mengeroyok hingga babak belur.

"Kalau dari info sementara lokasi pengeroyokan itu di dua tempat, yang pertama di wilayah Desa Karangrejo dan di area persawahan di Kelurahan Kutoanyar. Antara pelaku dan korban ini sama-sama adalah residivis yang pernah masuk penjara dalam tindak kriminal," jelas Mukalam.

Akibat peristiwa ini polisi menjerat tersangka dengan pasal 170 KUHP dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed