detikNews
Jumat 04 Mei 2018, 14:59 WIB

Peserta UASBN Tunanetra Keluhkan Naskah Terlalu Panjang

Adhar Muttaqin - detikNews
Peserta UASBN Tunanetra Keluhkan Naskah Terlalu Panjang Peserta UASBN Tunanetra/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Penyandang tuna netra yang menjadi peserta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Trenggalek mengeluh naskah yang dikerjakan terlalu panjang. Sehingga menyulitkan dalam pengerjaan.

Salah seorang pelajar tuna netra di SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek Imam Ma'ruf, mengatakan soal yang terlalu panjang membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca, terlebih soal yang diujikan menggunakan huruf braille.

"Seperti tadi pada soal matematika, soal ceritanya itu panjang, sehingga kadang ketika mau menjawab itu sudah lupa," kata Imam Ma'ruf kepada wartawan, Jumat (4/5/2018).

Meski sedikit kesulitan, namun dia mengaku mampu menuntaskan seluruh soal yang diujikan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan. Pihaknya berharap hasil ujian yang telah dilakukan mendapatkan nilai yang maksimal.

Sementara salah seorang pengajar SDLB Kemala Bhayangkari I Trenggalek Lindarti, mengatakan dalam ujian kali ini terdapat tiga siswa yang menjadi peserta. Terdiri dari dua tuna netra dan satu tuna daksa. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, ketiga peserta memiliki semangat tinggi untuk mengikuti seluruh tahapan ujian yang telah diagendakan.

"Alhamdulillah sampai hari ini prosesnya berjalan dengan lancar, anak-anak mampu mengerjakan soal sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan," kata Lindarti.

Dikatakan, dalam UASBN kali ini masing-masing peserta didampingi seorang guru. Hal ini dilakukan untuk membantu para siswa dalam mentransfer jawaban ke lembar jawaban komputer (LJK) serta membantu membacakan soal apabila peserta mengalami kesulitan.

"Untuk anak tuna netra soalnya menggunakan braille, karena anak-anak sini memang sudah lancar untuk menggunakan braille," ujar Lin.

Menurutnya, tidak ada kendala yang berarti dalam proses ujian kali ini, hanya saja sejumlah peserta mengeluh tentang soal ujian yang terlalu panjang. Pihaknya berharap, ke depan tim pembuat soal ujian agar melakukan evaluasi dan kajian yang lebih mendalam, sehingga soal untuk tuna netra tidak terlalu panjang.

"Karena mereka mengandalkan rabaan dan daya ingat. Misalkan, untuk soalnya ini kami transfer dari soal awas menjadi braille, satu mata pelajaran ada yang sampai 30 lembar," imbuhnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed