DetikNews
Kamis 03 Mei 2018, 14:15 WIB

Atap SDN di Mojokerto Ambruk saat UNBK, Begini Kondisinya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Atap SDN di Mojokerto Ambruk saat UNBK, Begini Kondisinya Atap SDN Kedundung Ambruk/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SDN Kedundung 1, Kota Mojokerto diwarnai insiden ambruknya 2 atap teras ruang kelas. Beruntung tak ada korban jiwa.

Kepala Sekolah SDN Kedundung 1 Johanes Widjianto mengaku atap teras yang ambruk di depan ruang kelas IV dan V. Material atap berupa kayu, plafon dan genteng berserakan di lokasi.

"Penyebab ambruknya karena kerangka atap teras ini sudah lapuk dimakan usia. Ini bangunan tahun 2003," katanya kepada wartawan di lokasi, Kamis (3/5/2018).

Menurut dia, ambruknya atap teras kelas ini terjadi pukul 08.00 WIB. Saat itu, hanya siswa kelas VI yang masuk untuk melaksanakan UNBK hari pertama di kantor guru. Sementara siswa kelas I-V diliburkan.

Dirinya sempat mendengar suara patahnya kerangka atap sebelum teras tersebut ambruk. Selain tak ada korban, ambruknya atap teras ruang kelas ini tak sampai mengganggu UNBK.

"Siswa kelas VI sudah masuk kelas untuk UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga tidak ada korban. Pelaksanaan UNBK juga tak terganggu," ujarnya.

Atap SDN di Mojokerto Ambruk/Atap SDN di Mojokerto Ambruk/ Foto: Enggran Eko Budianto


Sekolah negeri di Jalan Empunala No 332, Kelurahan Kedundung, Magersari, ini mempunyai 216 siswa. Ruang kelas IV sejak lama dikosongkan lantaran kondisi atap yang sudah lapuk. Sebagai gantinya, siswa dipindahkan ke ruang kelas baru di lantai dua, tepatnya di atas kantor guru.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid menjelaskan, pihaknya langsung melakukan perbaikan atap teras yang ambruk. Pembiayaannya menggunakan dana perawatan sekolah TA 2018.

"Kami alokasikan Rp 20-30 juta untuk perbaikan sementara, mengganti genteng dan kerangka atap," terangnya.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, kata Amin, pihaknya menunggu proses sertifikasi SDN Kedundung 1. Pasalnya, sampai saat ini sekolah dasar tersebut belum tersertifikasi sebagai aset Pemkot Mojokerto. Akibatnya, dana rehap yang sudah dialokasikan Rp 667 juta tak bisa diserap.

"Sertifikasi sudah kami dorong ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Targetnya selesai Juli, nantinya SD ini kami rehap seluruhnya, kecuali perpustakaan yang merupakan bangunan baru," tandasnya.

Saat ini sejumlah pekerja tengah sibuk mengganti genteng yang ambruk dengan yang baru. Setelah bagian yang ambruk dibongkar, pekerja akan mengganti kerangka dan genteng dengan yang baru.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed