Mantan Napi Teroris Dapat Hadiah Umrah Gratis

Mantan Napi Teroris Dapat Hadiah Umrah Gratis

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 01 Mei 2018 08:14 WIB
Mantan napi teroris diumrahkan Polres Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Mantan napi teroris diumrahkan Polres Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Senyum sumringah menghiasi wajah seorang mantan napi teroris (Napiter) Lamongan. Untuk pertama kalinya, Syaiful Arif (38), warga Desa Tenggulun, Solokuro, bertamu ke rumah Allah. Apalagi, ibadah umrah yang baru pertama kali dilakukan sebagai hadiah.

Syaiful berangkat Selasa (1/5/2018) dini hari setelah mendapat hadiah dari Polres Lamongan. Syaiful Arif pernah mendekam di Lapas selama 6 tahun karena kasus baku tembak dengan polisi di Poso.

Syaiful yang kini bergabung dengan Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) yang didirikan Ali Fauzi bersama puluhan mantan teroris lainnya, semakin sadar dan tidak lagi menganggap polisi sebagai musuh utama baginya.

"Keseharian saya ya saya, isi dengan kegiatan bertani dan menjadi buruh tani, serta kerja serabutan lainnya," terang Syaiful sesaat sebelum berangkat di depan Kantor Biro Umrah dan Haji Zam-Zam Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Syaiful berangkat umrah bersama Isa Anshori, pengasuh ponpes di Desa Kedungmegarih, Kecamatan Kembangbahu, yang juga mendapat limpahan rezeki melalui tangan Kapolres Lamongan. Saat pemberangkatan, Syaiful didampingi pendiri YLP, Ali Fauzi dan pengurus biro perjalanan.

Mantan napiter diberangkatkan umrah/Mantan napiter diberangkatkan umrah/ Foto: Eko Sudjarwo


"Ke depan akan ada lagi yang akan diberangkatkan," kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung saat memberangkatkan umrah Syaiful Arif.

Feby berharap, dengan pemberangkatan umrah ini akan mempunyai manfaat untuk pribadi dan kemaslahatan umat. Bahkan, Feby mengungkapkan ketakutan dan kekhawatirannya, jangan sampai niat baiknya untuk kepentingan simpanan akhirat ini akan muncul kesan negatif.

"Mohon doanya khawatir jangan sampai niat baik, kesannya menjadi negatif," ungkap Feby.

Feby menuturkan, kegiatan ini hasil kerjasama yang sudah terjalin antara Polres Lamongan dengan Yayasan Lingkar Perdamaian, yang bergerak untuk mengurangi paham radikal. "Selain eks napiter, kita juga memberangkatkan tokoh agama yang selama ini memang sudah bekerjasama dengan Polres Lamongan," tutur Feby yang menyebut selain Syaiful pihaknya juga memberangkatkan seorang tokoh agama dari Kecamatan Kembangbahu.

Khusus untuk eks napiter ini, lanjut Feby, kebetulan Syaiful belum pernah umrah sama sekali sehingga paspor dan semua persyaratan untuk berangkatpun semuanya dibantu oleh kepolisian.

"Ini bisa menjadi suatu pembelajaran kepada mantan-mantan yang lain, begitu juga dengan calon-calon pelaku yang lain, bahwa kami dari pihak kepolisian bukan musuh, tapi kami adalah tim kerja, partner kerja yang bisa diajak bekerja sama. Itu yang ingin kita inginkan," tandasnya. (fat/fat)