DetikNews
Kamis 26 April 2018, 16:23 WIB

Datangi Home Industry Arak di Tuban, Kapolda: Ini yang Terakhir

Ainur Rofiq - detikNews
Datangi Home Industry Arak di Tuban, Kapolda: Ini yang Terakhir Polisi meninjau home industry arak di Tuban yang digerebek polisi (Foto: Ainur Rofiq)
Tuban - Terbongkarnya home industry minuman keras (miras) jenis arrak di Tuban membuat Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin miris. Machfud berharap ini adalah pabrik miras yang terakhir ada di Tuban.

Terlebih Tuban adalah kota wali dan santri, yang seharusnya seharusnya warganya agamis, bukan malah memproduksi miras.

"Harapan saya Tuban tidak lagi menjadi produsen arak, tetapi menjadi menjadi kota yang baik dan positif. Apalagi Tuban kota santri, kota Wali. Jadi jangan dikotori. " ujar Machfud, Kamis (26/4/2018).


Dijelaskan pula oleh Machfud bahwa arak yang diproduksi home industry ini mengandung alkohol hingga 70 persen dan juga mengandung zat kimia lain yang berbahaya.

"Ini Minuman jorok, tidak higienis dan sangat berbahaya bagi kita," kata Machfud.

Datangi Home Industry Arak di Tuban, Kapolda: Ini yang TerakhirFoto: Ainur Rofiq


Machfud mengatakan itu saat melihat secara langsung lokasi pabrik rumahan arak di Dusun Widengan, Desa Kedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban. Home industry ini digerebek Polres Tuban beberapa hari lalu.

Machfud meninjau lokasi didampingi Kapolres Tuban AKBP Nanang Hariono dan Bupati Tuban Fathul Huda. Machfud juga mengamati barang bukti puluhan drum arak, berbagai alat memasak arak, ratusan botol arak siap edar, dan juga sempat bertemu dengan tersangkanya Suci Bagus Setiyono (35), warga Tuban.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed