DetikNews
Kamis 26 April 2018, 13:45 WIB

Ini 7 Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Patuh Semeru 2018

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Ini 7 Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Patuh Semeru 2018 Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Operasi Patuh Semeru 2018 digelar serentak se-Indonesia mulai hari ini. Dalam operasi yang dilakukan selama 14 hari menjelang bulan puasa ini, Polda Jatim memprioritaskan 7 pelanggaran untuk ditindak.

"Jadi untuk jenis pelanggaran, semua jenis pelanggaran akan ditindak. Namun, ada tujuh prioritas pelanggaran yang ditindak," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono usai apel persiapan Operasi Patuh Semeru 2018 di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Kamis (26/4/2018).

7 Pelanggaran yang menjadi prioritas antara lain, mengendarai kendaraan bermotor sambil menggunakan handphone, mengendarai kendaraan bermotor roda empat dengan tidak memakai safety belt, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh narkoba atau miras.

"Yang keempat, tindakan pada pengendara kendaraan di bawah umur. Kan banyak itu anak sekolah, kita beri pembinaan dulu kemudian kita tindak," jelas Heri.

Selain itu, penindakan juga dilakukan bagi mereka yang mengendarai kendaraan dengan melawan arus. Polisi juga akan menilang warga yang menggunakan motor dengan pengendara lebih dari dua.

Tak hanya pelanggar, seluruh jajaran Polda Jatim akan menilang pengendara yang melebihi batas kecepatan atau kebut-kebutan di jalan. Hal ini biasanya ditemui di jalan tol. Polisi juga akan mengecek kecepatan kendaraan di jalan arteri.

"Overspeed atau melebihi batas kecepatan akan kita tindak, khususnya di jalan tol maupun di jalan arteri yang memungkinkan pengendara itu mengemudikan kendaraan dengan mengebut," kata Heri.

Semua jenis pelanggaran lalu lintas akan ditindak dengan tilang. 7 Pelanggaran lalu lintas berpotensi menimbulkan kecelakaan dan mengakibatkan fatalitas korban meninggal dunia.

Sementara itu Ditlantas Polda Jatim akan berfokus di empat titik yang ditemui banyak pengendara overspeed. Pertama di jalur tol Surabaya-Ngawi, tol Surabaya-Jombang, di arteri bypass Mojokerto, hingga di Probolinggo tepatnya Km 57.

Untuk mengecek akurasi kecepatan pengendara, Ditlantas Polda Jatim juga memiliki inovasi. Program tersebut mendukung penindakan kecepatan kendaraan menggunakan OSLAI atau Over Speed Low and Imposement. Dalam OSLAI, Ditlantas Polda Jatim menggunakan speed gun.

"Kita manfaatkan 25 speed gun dalam penindakan over speed. Bagi semuanya yang melebihi batas kecepatan," tambah Heri.

Dalam Operasi Patuh Semeru 2018, polisi menekankan ke penindakan pelanggar dengan memberikan sanksi. Untuk presentasenya, sebanyak 80% reaktif atau penindakan, 10% untuk prefentif atau pencegahan dan sisanya 10% preemtif atau pembinaan.

Operasi yang digelar 26 April hingga 9 Mei 2018 ini menerjunkan 2.591 personel gabungan, dari Dirlantas Polda Jatim dan seluruh polres jajaran.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed