DetikNews
Rabu 25 April 2018, 20:36 WIB

Sutardji hingga Garin Nugroho akan Ramaikan Kemah Sastra Nasional

Ardian Fanani - detikNews
Sutardji hingga Garin Nugroho akan Ramaikan Kemah Sastra Nasional Garin Nugroho, salah satu tokoh sastra yang akan mengisi Kemah Sastra Nasional 2018. (Foto: Rachman Haryanto)
Banyuwangi - Sejumlah sastrawan kondang akan meramaikan Kemah Sastra Nasional yang masih dalam satu rangkaian Banyuwangi Festival. Satu di antaranya adalah Sutardji Coulzum Bachri, Presiden Penyair Indonesia.

Selain Sutardji, ada pula Zawawi Imron, Hasan Aspahani, Wayan Jengki Sunarta, Ahmadun Yosi Herfanda, hingga sutradara film nasional Garin Nugroho.

Kemah Sastra Nasional ini akan digelar selama dua hari, tepatnya pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 28-29 April 2018.

Di hari Sabtu, Zawawi Imron akan membacakan puisi dilanjutkan dengan ceramah inspiratif Sutardji Calzoum Bachri. Sutradara Garin Nugroho sendiri juga akan hadir dengan monolognya.

Acara akan berlanjut dengan workshop penulisan cerpen dan puisi oleh sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda dan Hasan Aspani, dilanjutkan diskusi sastra pada Sabtu malam.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Kemah Sastra Nasional merupakan salah satu cara Banyuwangi untuk meningkatkan literasi masyarakat, terutama dalam bidang sastra.

"Event ini juga sebagai cara untuk memancing munculnya potensi sastra di kalangan generasi muda. Karena sastra ini bagi kami penting, sastra bisa mengasah jiwa kita," kata Anas kepada wartawan, Rabu (25/4/2018).

Kemah sastra nasional diikuti ratusan penyair muda. Selain dari Banyuwangi sendiri, ada pula yang datang dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Pekanbaru, Lombok, Bali, Pangkalpinang, Banten, Ambon, Jogjakarta, Solo, Bogor, Sukabumi, dan Jakarta. Tak ketinggalan penyair muda dari Singapura dan Malaysia.


Para peserta Kemah Sastra ini sebagian juga merupakan penulis puisi dalam buku antologi Senyuman Lembah Ijen yang akan diluncurkan Pemkab Banyuwangi.

Dijelaskan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Abdul Kadir sebelumnya pemkab menggelar lomba menulis puisi.

"Ada 600 lebih karya yang masuk ke kami. Setelah proses kurasi, kami pilih 190 puisi lalu kami bukukan. Nanti di acara Kemah Sastra, bukunya akan kami luncurkan, sekaligus peluncuran 20 buku novel dan cerpen hasil karya pelajar Banyuwangi," jelas Kadir.

Kadir menambahkan, seluruh peserta juga akan diajak mengeksplorasi alam Banyuwangi. "Harapannya, semoga keindahan alam Banyuwangi bisa menginspirasi mereka untuk menghasilkan karya-karya sastra," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed