DetikNews
Rabu 25 April 2018, 20:30 WIB

Pilgub Jatim 2018

Penyalahgunaan PKH, Praktisi Hukum: Pelaku Bisa Dipidana

Zaenal Effendi - detikNews
Penyalahgunaan PKH, Praktisi Hukum: Pelaku Bisa Dipidana Foto: Eko Sudjarwo
Surabaya - Penyalahgunaan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk dukungan Pilkada Jatim menciderai proses demokrasi. Kasus itu bisa masuk dalam ranah pidana.

"Itu harus ditindak tegas. Ini uang negara yang dipakai bantuan dan khusus bagi mereka yang sangat miskin yang dikeluarkan berdasarkan mensos, artinya ini ada penyalahgunaan uang negara," kata praktisi hukum Fahmi Bahmid saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/4/2018).

Fahmi meminta Panwalu hingga Bawaslu serius dan mengusut tuntas kasus tersebut. Bahkan, kasus tersebut sangat dimungkinkan terjadi di daerah lain.

"Bukan lagi Panwaslu, tapi Bawaslu pusat harus turun tangan untuk monitorinig, bukan hanya di Lamongan karena kebetulan ada yang berani melaporkan. Ini uang negara yang dipakai bantuan dan khusus bagi mereka yang sangat miskin yang dikeluarkan berdasarkan peraturan Kemensos," ungkapnya.

Menurutnya, kasus penyalahgunaan program Pendamping Keluarga Harapan bisa ditindak secara hukum pidana. Ia juga berharap, tidak hanya ditemukan pelakunya tetapi juga yang menyuruh menyelipkan stiker paslon nomer 1.

"Bisa ditindak proses secara hukum, ini bisa dipidanakan tergantung Bawaslu, bisa ditelusuri harus muncul siapa yang menyuruh. Tidak mungkin ada orang yang bilang tanpa ada suruhan atau yang menyuruh. Ini tidak boleh berhenti disini," harapnya.

Pria yang juga pengacara spesialis Pilkada ini juga menyayangkan upaya penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan salah satu calon Pilgub Jatim.

"Yang sangat keberatan adalah ini adalah orang miskin, tolong jangan dipolitisasi, jangan dibawa ke kanan ke kiri biarkan menggunakan hati nuraninya apalagi menggunakan uang negara," tambah Fahmi.

Seorang pendamping PKH di Lamongan dilaporkan oleh warga penerima manfaat PKH karena telah melakukan kampanye saat memberikan kartu PKH. Saat pembagian tersebut, pendamping PKH menyelipkan stiker bergambar paslon cagub-cawagub Khofifah-Emil.
(ze/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed