Langkah Emil Dampingi Khofifah Demi Warga Trenggalek

Pilgub Jatim 2018

Langkah Emil Dampingi Khofifah Demi Warga Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 24 Apr 2018 16:20 WIB
Langkah Emil Dampingi Khofifah Demi Warga Trenggalek
Foto: Istimewa
Trenggalek - Cawagub Emil Elestianto Dardak meyakini langkahnya mendampingi Khofifah Indar Parawansa akan menciptakan potensi bernilai strategis, bagi daerah dan masyarakat di Jatim.

Namun pilihannya mendampingi mantan mensos itu dituding sebagian kelompok orang berkhianat dan meninggalkan daerah atau wilayahnya untuk bertarung di level Jatim.

Menurut bupati Trenggalek non aktif ini pun menyadari bahwa bukan tidak mungkin tudingan itu lebih sebagai gerakan politik penjegalan.

"Logika yang semestinya kan manakala putra Trenggalek bisa ikut berperan dalam pemerintahan provinsi dan pembangunan di tingkat Provinsi, seharusnya memberikan keuntungan bagi masyarakat Trenggalek," ungkap Emil di Trenggalek, Selasa (24/4/2018).

Namun, kata Emil, logika yang sudah benar ini coba di balik sebagai isu politik yang mengatakan dirinya meninggalkan bahkan mengkianati daerah ini. Karenanya pria yang telah banyak memperkenalkan nama Trenggalek di pentas nasional dan dunia itu menyebutnya dengan istilah pemikiran salah kaprah.

"Kenapa saya katakan logika terbalik, baru-baru ini kita mengunjungi hutan kota. Di situ warga berkeluh kesah kepada Pak Zulkifli Hasan bagaimana kawasan hutan di Trenggalek ini bisa dikurangi karena syaratnya cuma 30%, namun kewenangan terkait ini d iluar kewenangan Kabupaten," tambahnya.

Contoh lain misalnya. Saat menyusun anggaran, Emil berusaha mensejahterakan pesanggem hutan. Namun niatan ini tidak bisa berlanjut setelah Bapeda menyampaikan kewenangan terhadap hal ini merupakan kewenangan provinsi.

"Hal ini menunjukkan sebagian besar nasib warga Trenggalek tidak hanya ditentukan oleh bupatinya, melainkan juga ditentukan oleh gubernur," tegas doktor studi ekonomi pembangunan lulusan Jepang tersebut.

Contah lainnya, lanjut Emil, tentang bagaimana membangun Trenggalek sebagai pesisir selatan Jatim yang kokoh, sebagai garda terdepan menghadap ke Samudera Hindia. Masalahnya juga sama, kewenangan pemerintah terhadap kelautan juga sudah diserahkan kepada provinsi.

Tak sampai di situ kewenangan pendidikan SMK/SMK juga ada di provinsi. Padahal dirinya selama jadi bupati mempunyai banyak program untuk pendidikan setara SMA/SMK ini. Sehingga untuk mewujudkannya hanya bisa dilakukan melalui pemerintahan provinsi.

"Setelah melihat tiga pilar besar ini kewenangannya ada di provinsi, sehingga kebijakan terhadap hal ini harus dimintakan ke provinsi, apakah benar bila niatan maju menjadi cawagub ini sebagai upaya meninggalkan atau berkhianat terhadap masyarakat Trenggalek," tanya Emil dengan nada retoris.

Emil menilai ada upaya menggiring opini terbalik sehingga kesannya dirinya berkhianat. Padahal tujuannya selain mengambil amanah yang lebih besar Emil tetap berjuang untuk Trenggalek.

Dia pun mencontohkan, dulu di Trenggalek ada sosok bupati fenomenal yang diangkat menjadi Gubernur Irian Jaya, Brigjen Sutran, namanya. Meski ditunjuk menjadi Gubernur Irian, Pak Sutran tetap memikirkan masyarakat Trenggalek dengan mengajak masyarakat bumi Menak Sopal ini bisa bekerja di sana.

Emil menegaskan dirinya sama halnya dengan Pak Sutran, darah Trenggalek, darah Imam Masjid Agung Trenggalek mengalir pada dirinya. Sehingga mau diapakan dirinya tidak akan melupakan Trenggalek.

Pernyataan Emil di berbagai komunitas berpengaruh di Trenggalek dan di depan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, diamini oleh Ketua MPR tersebut.

"Serangan dari lawan itu biasa dilakukan, hal ini menunjukkan bawasannya pasangan yang kita usung ini sangat diperhitungkan," tegas Zulhasan.

"Dulu Pacitan tidak lebih maju daripada Trenggalek. Namun setelah SBY menjadi Presiden, Pacitan jauh lebih maju daripada Trenggalek apa tidak," ungkapnya Zulhasan.

Melihat contoh-contoh tersebut, pastinya bila Emil Dardak diberikan amanah menjadi wakil gubernur Jatim akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Trenggalek, tegas Zulhan lagi. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini