detikNews
Senin 23 April 2018, 15:12 WIB

Cairan 3 Liter Dikeluarkan dari Perut Bayi yang Membengkak di Surabaya

Ongq Rifaldy Litualy - detikNews
Cairan 3 Liter Dikeluarkan dari Perut Bayi yang Membengkak di Surabaya Foto: Ongq Rifaldy Litualy
Surabaya - Bengkak di perut Elvina Keyla Putri atau akrab disapa Evelin ternyata disebabkan oleh atresia billier dan sirosis hati. Bayi yang baru berusia 9 bulan itu akhirnya mendapatkan penanganan medis sejak Kamis (19/4) di RSUD Dr Soetomo.

Krisna (26), ayah Evelin menceritakan, sejak dibawa ke rumah sakit, dokter langsung mengatakan bahwa ada cairan di dalam perut Evelin yang harus segera dikeluarkan.

"Menurut dokter, anak saya itu dalam perutnya terdapat cairan sebanyak 2 sampai 3 liter," ujar Krisna ketika ditemui detikcom, Senin (23/4/2018).

Penumpukan cairan ini dikarenakan susu dan cairan lainnya yang diminum Evelin tidak tercerna dengan baik, namun tertampung begitu saja di dalam perutnya.


Saat itu juga tim dokter meminta untuk segera diambil tindakan. Menurut warga Dusun Tlogo Tanjung, Kelurahan Bankingan, Kecamatan Lakarsantri ini, pengeluaran cairan dari perut Evelin berlangsung selama satu jam. Cairan sebanyak 3 liter pun berhasil dikeluarkan dari perut bayi malang ini.

"Dibawa ke ruang tindakan itu saya dengar dari luar anak saya nangis, banter (kencang, red) mas suaranya. Ya saya juga nangis di luar sama ibunya. Ini ada apa sama anak saya di dalam ruangan ini kok nangis banter," papar Krisna.

Cairan 3 Liter Dikeluarkan dari Perut Bayi yang Membengkak di SurabayaNawang dan 1,5 liter cairan yang dikeluarkan dari perut cucunya, Evelin. (Foto: Ongq Rifaldy Litualy)

Namun semenjak itu, dokter tidak menjelaskan apapun tentang kondisi anaknya lagi dan tindakan apa yang akan mereka lakukan berikutnya.

Terlebih dokter di IGD yang ikut mengamati perkembangan Evelin merasa heran melihat kondisi putri Krisna. Sebab walaupun kondisinya drop, namun si kecil masih terlihat aktif dengan menghentak-hentakkan kakinya.

"Saya ini khawatir itu kenapa mas ya ini waktu hari pertama dilihat dokter waktu rekam medis di IGD, katanya anak saya ini rekam medisnya buruk, albuminnya di bawah normal namun dokter itu heran karena secara fisik anak saya masih bisa kuat bertahan, saya khawatir itu mas," urainya.


Hal ini diamini Nawang (61), kakek Evelin mengatakan cucunya seakan begitu kuat melawan penyakit yang ada dalam tubuhnya, meski dari luar penampakan fisik Evelin begitu mengkhawatirkan.

Justru yang ia khawatirkan adalah tidak adanya penanganan lebih lanjut dari pihak rumah sakit, apakah akan dioperasi atau apa yang bisa dilakukan dengan kondisi Evelin.

"Iya saya juga bingung dokternya jarang ada disini lihat cucu saya, tapi saya bersyukur cucu saya juga bisa kuat melawan sakitnya," timpal Nawang.

Nawang menjelaskan sejauh ini keluarganya mendapatkan sejumlah bantuan untuk pengobatan Evelin. Namun untuk transpalasi hati, biayanya memang mencapai miliaran Rupiah. Ia bahkan berencana menjual aset berupa tanah dan rumah miliknya jika memang itu dibutuhkan untuk menyelamatkan cucunya.

"Lihat cucu saya nangis itu saya tidak bisa tidur. Jika perlu ini rumah saya jual untuk cucu saya berobat ke RSCM Jakarta," tambah Nawang

Untuk transplantasi hati Evelin, kedua orang tuanya telah menggalang dana lewat laman kitabisa.com yang dibuka mulai tanggal 13 Februari 2018 silam. Untuk saat ini, dana yang terkumpul baru berkisar Rp 1,6 juta dari total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 1,2 miliar.

Yuk bantu Evelin https://kitabisa.com/bantuvinasembuh
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com