DetikNews
Minggu 22 April 2018, 16:44 WIB

Stunting Trenggalek, Rumah Sulikah Dibuatkan MCK dan Plesterisasi

Adhar Muttaqin - detikNews
Stunting Trenggalek, Rumah Sulikah Dibuatkan MCK dan Plesterisasi Stunting di Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Masih ingat rumah balita yang diperdepatkan Emil Elestianto Dardak dan Puti Guntur Soekarno diduga stunting ? Hari ini rumah warga Desa Kayen Trenggalek tersebut berubah, sejumlah warga bergotong-royong membangunkan jamban dan plesterisasi.

Belasan warga di Desa Kayen, Kecamatan Karangan, Trenggalek bersama sejumlah jajaran PDIP memilih untuk melakukan aksi kerja nyata dengan membantu keluarga Sulikah tersebut.

"Kalau di perdebatan kemarin ada selisih paham antara Pak Emil dan Mbak Puti, kami bersama warga memilih terjun langsung dan kerja nyata, kerja di lapangan untuk memperbaiki kondisi yang ada. Karena memang Desa Kayen ini adalah desa (percepatan pengentasan) stunting," kata Ketua DPC PDIP Trenggalek Doding Rahmadi, Minggu (22/4/2018).


Menurutnya, perbaikan kondisi sanitasi dan lantai rumah milik Sulikah yang masih tanah tersebut penting untuk dilakukan, karena hal itu akan mendukung upaya perlindungan terhadap kondisi kesehatan keluarga, utamanya anaknya yang masih balita.

"Karena stunting itu tidak hanya disebabkan oleh masalah gizi saja, namun kondisi lingkungan yang kurang higienis juga bisa menjadi pemicu. Apalagi Melinda (anak Sulikah) ini masih balita," jelas Doding.

Sulikah dan anaknya/Sulikah dan anaknya/ Foto: Adhar Muttaqin


Tokoh masyarakat Kecamatan Karangan ini menambahkan, selain memperbaiki lantai rumah, pihaknya juga memberikan bantaun pembangunan MCK, sehingga tidak lagi buah air besar di sungai.


"Bersama warga sekitar, kami juga mengupayakan untuk perbaikan MCK komunal yang ada di Masjid, karena saat ini tidak berfungsi lagi. Kami harap nanti bisa dimanfaatkan oleh warga," jelasnya.

Doding menjelaskan, program percepatan pengentasan stunting di Desa Kayen perlu digenjot secara bersama-sama oleh semua pihak, mengingat di wilayah tersebut terdapat 36 balita yang kondisinya nyaris menyentuk level merah.

Sementara itu Sulikah menyambut baik gelontoran bantuan plesterisasi dan MCK tersebut. Pihaknya mengaku, pembangunan tersebut akan mengubah kebiasaannya buang air besar di sungai.

"Ya kalau selama ini buang air besar di sungai yang ada di depan itu. Kami berterimakasih sekali untuk semua pihak yang sudah peduli," katanya kepada detikcom di rumahnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed