Kampung Ilmu merupakan tempat penjualan buku-buku bekas dan baru terbesar di wilayah Surabaya. Khofifah dan rombongan tiba sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung mengelilingi stan.
Sesampai di Toko Hikmal, Khofifah mencari buku bertemu Raden Ajeng Kartini. Di toko milik Feri (36), Khofifah memborong enam buku tentang Raden Ajeng Kartini dan biografi Gus Dur. Salah satu di antaranya buku berjudul Habislah Gelap Terbitlah Terang merupakan buku karangan Armijn Pane. Satu buku berharga Rp 15 ribu.
Setelah memborong buku, Khofifah bertemu dengan puluhan ibu di halaman Kampung Ilmu. Ia bercerita dan teringat kisah Kartini yang meninggal di usia muda karena komplikasi persalinan. Yakni di usia 25 tahun. Menurut Khofifah, banyak refleksi strategis yang bisa dipelajari di peringatan Hari Kartini.
"Hari ini angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi. Karena itu, pastikan kehamilan diperiksakan. Kecepatan dan ketepatan penanganan mereduksi angka kematian ibu-ibu akibat komplikasi persalinan," kata mantan Menteri Sosial ini.
Foto: Deni Prastyo Utomo/detikcom |
"Tradisi membaca untuk kelas menengah ke bawah harus terus didorong," papar Khofifah.
Bendahara Umum DPD II Golkar Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna yang ikut dalam pertemuan mengaku sangat senang menggelar acara di Kampung Ilmu. Kedatangan Khofifah membuat Kampung Ilmu lebih berisi dan terangkat keberadaannya.
"Banyak yang datang ke sini untuk bertemu dengan ibu Khofifah. Selain itu dengan mendatangi Kampung Ilmu banyak pemilih akan menjadi cerdas," katanya. (trw/trw)












































Foto: Deni Prastyo Utomo/detikcom