DetikNews
Jumat 20 April 2018, 11:49 WIB

Wow, Lamongan Punya 230 Desain Batik Baru

Eko Sudjarwo - detikNews
Wow, Lamongan Punya 230 Desain Batik Baru Lamongan mengklaim memiliki lebih dari 200 motif batik baru. (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Batik masih belum membumi di kalangan generasi muda atau yang lebih akrab disapa 'generasi jaman now'. Namun Lamongan punya trik untuk membuat batik makin dikenal.

Caranya dengan membina dan memacu para desainer muda untuk menunjukkan inovasi motif baru pada batik Lamongan.

"Di generasi milenial, kami mencoba menumbuhkannya dalam lomba membatik tingkat SLTP dan SLTA sederajat, serta menggelar Seminar Batik," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Muhammad Zamroni, Jumat (20/4/2018).

Ditambahkan Zamroni, lomba desain di kalangan milenial ini semakin memotivasi pembatik-pembatik di Lamongan untuk merancang motif batik baru namun tidak meninggalkan ciri khas batik Lamongan.


Hasilnya, kata Zamroni, dari lomba batik yang telah digelar beberapa waktu lalu, lahir desain-desain baru dari para peserta lomba. "Ada setidaknya 230 desain batik baru, dan dari ratusan ini sudah ada 15 desainer terbaik," tandasnya.

Oleh tim Zamroni, motif-motif baru itu pun dituangkan ke atas kain kanvas. "Pembatik-pembatik dari Sendang Duwur dan Sendang Agung sudah siap untuk mengaplikasikan desain mereka untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen," terangnya.

Wow, Lamongan Punya 230 Desain Batik BaruSalah satu motif batik Lamongan baru yang dipamerkan. (Foto: Eko Sudjarwo)

Zamroni menambahkan, di pasaran, batik dengan motif baru juga mendapatkan respons positif dari konsumen. Bahkan kabarnya harga batik dengan motif baru tersebut menjadi naik.

"Yang sudah diperjualkan bahkan harganya bisa naik sampai 23 kali lipat. Kisaran sampai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta, bahkan kalau sudah benar-benar klasik bisa tembus sampai angka Rp 5 juta," ujarnya.

Di sisi lain, keberadaan desainer muda juga dapat memberikan angin segar sehingga melahirkan desain-desain yang lebih menyesuaikan permintaan pasar. "Di wilayah satu, dan wilayah satunya belum tentu menginginkan motif yang sama," tambahnya.


Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lamongan, Makhdumah Fadeli juga mengajak pembatik Lamongan untuk rajin mengikuti pameran.

Mereka juga diminta tidak merisaukan soal biaya karena akan dibantu. "Sehingga batik Lamongan dikenal luas oleh masyarakat, baik di dalam maupun di luar Lamongan," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed