Kebut Infrastruktur, Surabaya Kerahkan 56 Alat Berat Tiap Hari

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 10 Apr 2018 16:22 WIB
Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Dalam kurun 14 tahun terakhir, Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya) tercatat telah memiliki 56 alat berat. Puluhan alat berat itu digunakan untuk membantu proyek pembangunan infrastruktur.

Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati, 56 alat berat yang dimiliki saat ini awalnya hanya berjumlah 2 unit.

"Sejak Bu Wali pertama menjabat dan salah satu fokus pembangunannya infrastruktur maka penambahan unit alat berat ditambah" kata Erna, Selasa (10/4/2018).

56 Alat berat itu terdiri atas Long Arm 23 unit, Standart 13 unit, Roda Karpet 4 unit, dan Sikomo memiliki 16 unit.

"Pengadaan unit alat berat dilakukan secara bertahap tiap tahun. Terbanyak pada tahun 2015, yaitu melakukan pengadaan 24 unit alat berat yang terdiri dari 10 unit merk Long Arm, tujuh unit merk Standart, satu unit merk Roda Karpet, dan enam unit merk Sikomo," ungkap Erna.

Erna menambahkan, seluruh alat berat yang ada digunakan setiap hari. Bahkan saking seringnya digunakan untuk berbagai proyek, ada salah satu alat berat yang patah ketika mengeruk saluran Kalidami hilir.

"Kami langsung perbaiki alat berat itu. Tidak boleh lama-lama sakitnya dan sekarang sudah sehat lagi. Rencananya, nanti malam akan kami geser ke Tompotika," ujar dia.

Selain alat berat, Dinas PUBMP juga mempunyai truk trailer dan berencana menambah unit truk dan trailer agar memudahkan pemindahan alat berat dan pengangkutan tanah hasil kerukan.

"Trailer ini kita sekarang punya dua, jadi lebih gampang untuk memindahkan alat berat. Selain itu, kami juga menambah truk yang asalnya hanya 2 menjadi 110 unit sekarang. Sedangkan total operator dan driver sekaligus penjaga rumah pompa totalnya 370 orang," tambahnya.

Meski sudah memiliki 56 unit alat berat ditambah 2 unit truk trailer, Erna mengaku tidak menutup kemungkinan akan terus menambah alat berat yang ada seiring dengan keinginan Wali Kota Risma untuk mengebut berbagai pembangunan dan infrastruktur di Kota Surabaya. (ze/lll)