Tujuh Sapi Warga Mati Mendadak, Ini Kata Dinkes Blitar

Tujuh Sapi Warga Mati Mendadak, Ini Kata Dinkes Blitar

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 10 Apr 2018 14:46 WIB
Tujuh Sapi Warga Mati Mendadak, Ini Kata Dinkes Blitar
Dians Peternakan dan Perikanan Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Sebanyak tujuh sapi mati di Kabupaten Blitar. Kematian sapi ternak ini dilaporkan terjadi selama satu bulan di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat.

Sebelum mati, sapi milik warga mengalami gejala sakit. Seperti demam tinggi di atas 39-42 derajat celcius, gangguan pernafasan, serta nafsu makan berkurang. Diagnosa awal, sapi-sapi itu diduga mati terserang penyakit ngorok (Septeicaemia efizooticae).

"Gejalanya sebenarnya masih sangat umum. Kalau penyakit ngorok ada gejala yang lebih spesifik, seperti pembengkakan di leher," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh Yuda Satya Wardhana saat ditemui di kantornya Jalan Cokroaminoto 22 Kota Blitar, Selasa (10/4/2018).

Dia mengatakan, jika dilihat dari gejala yang timbul penyakit ini tergolong baru.

"Kematiannya memang tidak mendadak. Namun yang patut kami cermati, kejadiannya bersamaan dengan gejala klinis sama. Kelihatannya mengarah ke suatu penyakit tertentu, dan sepertinya penyakit ini belum pernah terjadi di Blitar," kata Yuda

Yuda mengaku, setelah mendapat laporan dari peternak, pihaknya langsung turun ke lapangan. Bahkan petugas dari Balai Besar Veteriner Yogyakarta telah mengambil sampel terhadap sapi hidup yang tinggal satu kandang dengan sapi yang sudah mati untuk dilakukan uji laboratorium.

"Kemarin sudah ada tim laboratorium yg ikut ke lapangan untuk ambil specimen sebagai peneguhan diagnosanya," ungkapnya.

Menurut Yudi, kematian ternak sapi milik warga tersebut dimungkinkan bisa karena penyebab lain. Seperti faktor cuaca yang memungkinkan bakteri berkembang biak dan menimbulkan penyakit. (fat/fat)
Berita Terkait