Informasi yang dihimpun, pemotor yang tewas akibat tertabrak KA Maharani yakni Suharmadi (55), warga Sutojayan, Kabupaten Blitar. Suharmadi yang berprofesi sebagai operator alat berat ini sebelum kejadian mengendarai sepeda motor Honda CB dengan nopol AG 4978 IZ dari arah utara ke selatan.
"Saat menyeberang tersebut, kemungkinan mesin motor mati dan pada saat yang bersamaan dari arah timur ada KA yang akan ke Surabaya," tutur Suwanto, salah seorang saksi matakepada wartawan, Rabu (4/4/2018).
Suwanto menuturkan, saat kejadian, motor yang dikendarai korban macet dan berada di tengah rel ganda tersebut. Warga banyak yang berteriak agar korban menghindar karena dari arah timur sedang meluncur KA Maharani dengan nomor Lok CC 2039814 rangkaian 7K3 I Kmp /304 ton yang dimasinisi M Jamaludin.
Namun, peringatan warga tersebut seakan tidak terdengar dan korban tetap saja menstarter motornya. "Akibatnya korban langsung tersambar KA dan langsung terpental, sementara motor korban terpelanting ke parit dekat rel," kata Suwanto.
Kanit Reskrim Polsek Lamongan, M Amin kepada wartawan membenarkan kejadian ini. Amin mengatakan, akibat tertabrak KA ini, korban tewas seketika di lokasi kejadian dengan posisi tengkurap masuk dalam parit.
"Korban dievakuasi warga dan anggota Polsek Kota untuk divisum ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan," terang Amin. (bdh/bdh)










































