Kilas Balik Tentang Penerapan Layanan Online di Pemkot Surabaya

Kilas Balik Tentang Penerapan Layanan Online di Pemkot Surabaya

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 04 Apr 2018 12:09 WIB
Kabupaten Sumba Barat mengadopsi e-government Pemkot Surabaya (Foto: Grasella Sofia Mingkid)
Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah membuat aplikasi layanan untuk memberi kemudahan perizinan dan pelayanan pada warga. Sejak 2002 hingga 2018 sudah ratusan aplikasi dibuat sebelum Tri Rismaharini menjabat sebagai Wali Kota.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan sistem atau aplikasi yang lahir pertama kali pada tahun 2002 itu adalah e-procurement. Sistem yang dibuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih menjabat sebagai Kepala Bagian Bina Pembangunan.

"Saat itu pembuatan e-procurement dibuat untuk memudahkan kinerja monitoring pelaksanaan kegiatan pembangunan melalui proyek-proyek yang ada," kata Antiek saat dikonfirmasi, Rabu (4/4/2018).


Antiek mengungkapkan sistem tersebut merupakan yang pertama kali di Indonesia. Dan pada tahun 2009-2010 ada kepres tentang pengadaan barang dan jasa yang dikenal di tingkat nasional dengan nama LPSE.

Setelah e-procurement dengan inisiasi dari Risma, Pemkot kembali membuat aplikasi e-Budgeting pada tahun 2003. Aplikasi yang juga pertama kalinya di Indonesia ini berguna untuk penyusunan anggaran di lingkungan Pemkot Surabaya. Aplikasi ini melalui konsep GRMS (Government Resource Management System).

"Bu Wali terus mengembangkan berbagai aplikasi ini, sehingga di tahun 2009 lahirlah e-Musrembang dan di tahun 2010 lahir e-performance," ungkap dia.

Seiring berjalannya waktu, berbagai aplikasi lahir di lingkungan Pemkot Surabaya, hingga saat ini sudah mencapai ratusan aplikasi atau sistem. Secara garis besar, sistem e-Government di Pemkot Surabaya dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya sistem pengelolaan keuangan daerah, e-SDM, e-Monitoring, e-Education, e-Office, Sistem Siaga Bencana 112, Pajak Online, e-Permit, e-Health, Simprolamas (sistem informasi program layanan masyarakat), e-Dishub, dan Media Center.

Secara lebih rinci, sistem pengelolaan keuangan daerah terdiri dari e-Planning yang dibagi lagi dengan sistem e-Musrembang, e-DevPlan, dan e-Deployment. Selain e-Planning, ada pula e-Budgeting, e-DPA, e-Project, e-Procurement, e-Delivery, e-Payment, e-Accounting, e-inventory, e-SIMBADA, e-Controlling, e-Peformance, e-Tax, e-Audit, dan Fasum-fasos.

Sedangkan e-SDM di dalamnya ada tes CPNS, gaji berkala, kenaikan pangkat, mutasi, dan pensiunan. Sementara e-Monitoring di dalamnya ada CCTV/SITS, penertiban reklame, pajak dan retribusi, operasi yustisi, monitoring sampah, monitoring permakanan, monitoring ketinggian air.


Ada juga e-Education di dalamnya ada penerimaan murid baru, tryout online, rapor online, penerimaan kepala sekolah online, dan radio visual. Di dalam e-Office terdapat e-Surat dan e-Jadwal. Sedangkan pajak online meliputi pajak restoran, pajak parkir, pajak hotel dan PBB.

Untuk e-Permit di dalamnya ada SSW online dan mobile serta e-Lampid. Khusus untuk e-Dishub di dalamnya ada uji kir, traffic, parkir, perijinan, terminal, dan angkutan. Sementara untuk media center, pemkot menyediakan e-Wadul, e-Sapawarga, Surabaya.go.id, twitter, Facebook, Youtube dan call center/SMS.

"Di beberapa aplikasi itu, ada yang sampai ratusan perijinan yang bisa diurus oleh warga, contohnya SSW yang di dalamnya memuat 230 aplikasi perizinan yang biasanya di urus di dinas-dinas. Dengan aplikasi ini, maka warga sangat mudah untuk mengurus perizinan," ujarnya.

Meski sudah banyak aplikasi layanan dan perizinan yang sudah dibuat, Pemkot akan tetap mengembangkan berbagai sistem ini untuk membantu dan memudahkan masyarakat. "Jadi, walaupun kami menjadi barometer tingkat nasional, tapi ke depannya kami akan terus kembangkan, karena ini belum sempurna," pungkas Antiek.

Antiek berharap aplikasi yang terus disempurnakan bisa berimbas pada kesejahteraan serta pelayanan pada masyarakat menjadi lebih mudah, lebih cepat dan transparan, sehingga pembangunan smart city tercipta dan dirasakan hingga tingkat bawah. "Makanya, kami membuat berbagai aplikasi ini untuk mengontrol masyarakat dari berbagai hal," pungkasnya. (ze/iwd)