DetikNews
Rabu 04 April 2018, 07:48 WIB

Inovasi Sederhana Maiful Usir Hama Buah Pakai Tali dan Barang Bekas

Charolin Pebrianti - detikNews
Inovasi Sederhana Maiful Usir Hama Buah Pakai Tali dan Barang Bekas Maiful memasang alat perangkap hama. (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo - Maiful Hadi (50), warga Jalan Anjani No. 13 RT/RW 3, Kelurahan Pakunden, Ponorogo, punya cara tersendiri mengusir hama di kebun jeruknya. Dia membuat perangkap hama. Hasilnya, hama mati atau enggan mendekat jeruk dan panen di luar musim.

Jeruk ditanam di lahan seluas 1,5 hektare. Kebun Maiful pernah rusak karena banjir 2007 silam, tapi ia tak kapok dan mulai menanam lagi. Saat ini sudah menghasilkan.

Maiful berinovasi berdasarkan pengalaman. Ia tak repot lagi mengatasi hama seperti ulat, cabuk, dan lalat yang menyerang buah jeruk. Inovasinya sederhana, hanya memakai tali, filter rokok, dan botol bekas minuman mineral.

"Jangan sampai lupa pestisida sistemik yang dijadikan cairannya," tutur Maiful saat ditemui detikcom di kebunnya, Senin (2/4/2018).


Maiful mengaku serangan hama memang luar biasa di kebunnya. "Karena saya takut menyemprot buah jeruk secara langsung dengan menggunakan obat semprot (pestisida,red) makanya saya memodifikasi alat sederhana ini," terang Maiful.

Bagaimana cara kerja alat sederhana itu? Filter rokok diberi cairan pestisida diikat pada tali dan diletakkan pada botol yang sudah diiris. Nantinya, hama akan tertarik dan mencium bau pestisida tersebut dan akhirnya mati. Maiful memasang satu perangkap untuk satu pohon.

"Saya melakukan ini sejak tahun 2012 lalu," ujar Maiful.

Memasuki bulan Maret, kebun jeruk milik Maiful sudah panen. Padahal semestinya, jeruk baru bisa panen raya saat bulan Juni hingga Agustus.

"Ini lebih aman karena pestisida atau racunnya tidak menyentuh buahnya secara langsung tapi cuma ditaruh di botol yang digantung," tukas Maiful.


Untuk satu kali panen, Maiful tidak menghitung total hasil panen jeruknya. Namun sejak Maiful menjual jeruk di luar musim panen, ia mampu meraup Rp 50 juta dalam sekali panen. "Karena saya buat sistem wisata petik, harganya juga semakin bagus," tutup Maiful.

Apakah alat ini bisa diterapkan untuk buah lainnya? Mangga atau rambutan misalnya. Mungkin saja. Tak ada salahnya mencoba atau berinovasi ala Maiful.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed