Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. "Tadi saya usai sholat kok terdengar suara keras, bruak. Langsung saya keluar ternyata bus terguling di sebelah rumah saya, nabrak tiang reklame punya Museum Trinil," jelas warga setempat, Satria (22) kepada detikcom, Senin (2/4/2018).
Kejadian bermula saat bus dengan Nopol W 7116 UZ yang dikendarai oleh Istoyo (42) ini melaju dari arah timur atau Ngawi menuju Yogyakarta dengan kecepatan 40-50 Km perjam.
Saat berada di lokasi, ada sepeda motor dari arah berlawanan yang menyalip sebuah truk. Untuk menghindari sepeda motor ini, bus dengan 15 penumpang itu pun banting setir ke kiri hingga menghantam tiang reklame Museum Trinil yang berada di pinggir jalan.
"Tadi menghindari motor yang dari arah berlawanan sedang menyalip truk. Spontan bus banting ke kiri dan nabrak tiang," jelas kondektur bus Sugeng Rahayu, Dika (22) di lokasi.
Foto: Sugeng Harianto |
Sementara itu staf bagian kontrol PO Sugeng Rahayu Basuki mengakui jika sopir juga sedang mengantuk hingga terjadi kecelakaan. "Pengakuannya ke saya ngantuk sopir saya, mungkin capek," jelasnya.
Beruntung 15 penumpang selamat, termasuk kedua kru. Ke-15 penumpang itu pun langsung dialihkan ke bus Sugeng Rahayu lainnya jurusan Yogyakarta.
Hingga pukul 09.00 WIB pagi ini, bus masih terguling dan belum ada proses evakuasi dari Polres Ngawi.
"Nanti mas ya, saya belum ada laporan. Masih di polda ini," jelas Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin saat dihubungi.
Pantauan detikcom, bus cepat PO Sugeng Rahayu berwarna merah yang terguling itu masih mengeluarkan bahan bakar solar. Kru bus masih menunggu tim unit Laka Polres Ngawi untuk mengevakuasi kendaraan tersebut.
Foto: Sugeng Harianto |












































Foto: Sugeng Harianto
Foto: Sugeng Harianto