Program inilah yang salah satunya membuat pemuda khusus era milenial (Pemuda Pakhem) mendukung paslon Khofifah-Emil. Bertempat di Candi Wringin Lawang, Mojokerto, mereka mendeklarasikan sebagai relawan pemenangan Khofifah-Emil.
"Sengaja kami mendeklarasikan di sini karena secara historis ini dulu adalah Kerajaan Majapahit yang tersohor," kata Ketua Pemuda Pakhem Ferry Alma'arij, Minggu (25/3/2018).
Oleh karena itu Ferry yakin bahwa Khofifah-Emil akan mampu membawa Jawa Timur menuju zaman keemasan. "Di tangan Bu Khofifah dan Mas Emil, kami yakin Jatim bisa jadi provinsi yang unggul," ujar Ferry.
Dengan Jatim Berdaya, kata Ferry, Khofifah-Emil memiliki komitmen dalam hal pengembangan ekonomi kecil. "Apalagi di Jawa Timur banyak anak muda yang jadi wirausahawan," lanjut Ferry.
Ferry mencontohkan banyak pemuda di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto yang berwirausaha sebagai pengrajin terakota (patung tanah liat). Selain itu, ada juga pengrajin batik tulis.
"Kami telah sosialisasikan Jatim Berdaya secara door to door untuk mengenalkan program itu," kata Ferry.
Wakil Ketua Pemuda PAKHEM Achmad Thufeil Effendy mengatakan Jatim Berdaya akan memberikan dampak yang sangat baik bagi para pelaku usaha kecil di Jawa Timur. Adanya program itu menandakan Khofifah-Emil memberikan peluang bagi para pelaku usaha kecil untuk berkembang.
"Kami memilih dukung Bu Khofifah dan Cak Emil karena melihat potensi besar untuk dapat mengembangkan para wirausahawan muda," ujarnya.
Ketua Dewan pembina Pemuda PAKHEM, Liz Zayanah sangat mengapresiasi kreativitas dan kerja ikhlas para anak muda ini untuk mensosialisasikan salah satu program Nawa Bhakti Satya dengan konsep mengangkat nilai-nilai sejarah di Indonesia khususnya Jawa Timur.
"Saya sangat mengapresiasi kreativitas mereka para pemuda ini," kata Liz.
Sebagai dewan pembina, Liz mengaku hanya hanya bisa mengkoordinir dan mewadahi kreativitas para pemuda-pemudi selama tujuannya baik bagi masyarakat. Selain itu, Liz berharap elektabilitas Khofifah dan Emil Dardak akan naik di mata masyarakat.
"Karena yang saya yakini adalah proses tidak akan mengkhianati hasil. Bismillah," tandas Liz. (iwd/bdh)











































