600 Hektare Lahan Terimbas Gas Beracun Kawah Ijen, Tanaman Menguning

Chuk S Widarsha - detikNews
Sabtu, 24 Mar 2018 18:04 WIB
Daun kubis layu dan menguning kaena embusan gas beracun Kawah Ijen. (Foto: Chuk S Widarsha/detikcom)
Bondowoso - Efek letupan gas beracun di Kawah Ijen sangat terasa. Tak cuma ke manusia, tapi juga lahan pertanian. Ratusan hektare lahan kena dampaknya.

Kepala Sub Seksi (KSS) Komunikasi Perusahaan dan Kelola Sosial (KPKS) Perhutani KPH Bondowoso, Suharto, menjelaskan, ada 1.700-an hektare lahan pertanian di lereng Gunung Ijen. Area itu masuk dalam pengelolaan Perhutani.

"Lahan tersebut digarap oleh petani setempat. Sistemnya bagi hasil," jelas Suharto, Sabtu (24/3/2018).


Suharto mengatakan sedikitnya ada 600 hektare lahan pertanian rusak akibat gas beracun. Lahan yang digarap warga itu terletak di antara kawasan PTPN XII dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Letupan gas beracun terjadi pada Rabu (21/3) sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan warga Margahayu dan Watucapil, Bondowoso, yang berjarak sekitar 7 km dari kawah terkena dampaknya. Mereka lemas, muntah-muntah. Sebagian di antaranya pingsan.


Pendakian ke kawah juga ditutup akibat letupan gas tersebut. Warga atau penambang dilarang beraktivitas di sekitar kawah.

Letupan terjadi karena perbedaan suhu di musim hujan. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Bambang Heri Purwanto, menyatakan gas beracun di Kawah Ijen sangat berbahaya. Setiap tahun, gas beracun itu muncul saat intensitas hujan tinggi. Suhu dingin bertemu dengan panas dan menyebabkan letupan. (trw/trw)