DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 10:33 WIB

Rasakan Lezatnya Semur Iga Kambing Panggang yang 'Beda' di Surabaya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Rasakan Lezatnya Semur Iga Kambing Panggang yang Beda di Surabaya Semur Iga Kambing Panggang yang 'beda'. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Lembut, gurih dan lumer di mulut. Begitulah kesan pertama kala mencicipi iga kambing yang dibakar dan berlumur bumbu semur. Kudapan ala chef Panji Kusuma di Quest Hotel Surabaya ini bernama Semur Iga Kambing Panggang.

Biasanya, semur identik dengan kuah cair yang menenggelamkan daging. Namun chef Panji mengubah sajian ini dengan menciptakan kuah semur yang kental seperti saus. Dagingnya pun berbeda lantaran memakai iga yang tak hanya direbus hingga empuk, tetapi juga dipanggang. Hal ini tentu menambah aroma khas kambing.

"Jadi kuahnya saya bikin kental biar berbeda, namun tak menghilangkan ciri khas semurnya," ujar Panji usai melakukan live cooking di Quest Hotel, Jalan Ronggolawe, Surabaya.

Panji juga memilih iga kambing karena ingin menciptakan sesuatu yang berbeda. Seringkali, semur memang lezat kala berpadu dengan gurihnya daging sapi. Namun Panji coba menepis hal ini dengan memadukannya bersama iga kambing.

Chef Panji Kusuma, juru masak yang membuat inovasi semur iga kambing panggang. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)Chef Panji Kusuma, juru masak yang membuat inovasi semur iga kambing panggang. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda) Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Dalam masakannya, Panji juga sengaja mengganti kentang dengan terong glatik. Nyatanya hal ini justru menambah cita rasa semur buatannya.

Semur ini menjadi salah satu pelengkap menu Mas Jatiman yang ditawarkan Quest Hotel. Mas Jatiman merupakan singkatan dari Masakan Jawa Timuran yang berisi menu kudapan khas seperti rawon, kotokan ikan pe, rujak cingur, hingga lontong balap.

Menurut Panji, masakan ini akan lebih pas jika disantap kala makan siang. Terlebih ditemani minuman yang segar seperti es kelapa muda atau es jeruk.

Salah satu pengunjung, Lala Lailiyah mengaku sebelumnya tidak pernah menyukai daging kambing. Namun semenjak mencicipi masakan chef Panji, ia langsung ketagihan.

"Daging kambingnya ndak kerasa bau, tapi ini empuk dan digigit pun lembut banget," tambah Lala.

Menariknya, meski semur ini merupakan masakan Jawa Timur, Lala justru merasa seperti mencicipi kuliner khas Timur Tengah. Menurut Lala, rempah-rempah dalam bumbu semur sangat terasa tetapi tidak membuat eneg.

"Jadi rasanya seperti perpaduan Timur Tengah dan Jawa Timuran. Mirip-mirip kebab gitu lah," ujar Lala.


(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed