DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 21:25 WIB

Atasi Kepadatan, Simpang Tiga Karangmenjangan Direkayasa

Zaenal Effendi - detikNews
Atasi Kepadatan, Simpang Tiga Karangmenjangan Direkayasa Gambaran rekayasan lalin di simpang tiga Karangmenjangan (Foto: istimewa)
Surabaya - Tingginya volume kendaraan membuat kepadatan di Kota Surabaya tak terhindarkan pada jam dan kawasan tertentu. Dinas Perhubungan pun menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi salah satu permasalahan ini.

Salah satu kawasan yang kerap padat adalah di simpang tiga Karangmenjangan. Kawasan ini mengalami rekayasa lalu lintas.

"Hari ini kami mulai uji coba rekayasa lalin di kawasan simpang tiga Karangmenjangan yang disebabkan tingginya volume serta adanya penyempitan lajur," kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Rubben Rico pada detikcom, Kamis (22/3/2018).

Rekayasa lalu lintas dilakukan mulai traffic light Prof dr Mostopo (setelah Kedung Sroko) mengarah ke Dharmahusada Indah. "Kendaraan dari Jalan Dharmahusada Indah ke Jalan Moestopo kami serongkan ke kiri karena jalurnya digunakan kendaraan searah dari Jalan Prof dr Moeatopo," ungkapnya.

Selama ini, kata Rubben, kepadatan kendaraan terjadi akibat penyempitan Jalan Prof dr Moestopo dari 4 lajur menyempit jadi 3 lajur.

"Rekayasa juga kami ikuti dengan pengaturan durasi traffic light di dua lajur," tambah dia.

Selain rekayasa lalu lintas di simpang tiga Karangmenjangan, Dishub berencana melakukan sosialisasi Jembatan Ujung Galuh (Jembatan Ratna). "27 Maret nanti kita akan mulai sosialisasi rekayasa lalin sebelum dibukanya Jembatan Ujung Galuh," pungkas Rubben.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed