detikNews
Kamis 22 Maret 2018, 19:11 WIB

Ratusan Juta Hasil Kotak Amal Makam Gus Dur Disedekahkan Kembali

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ratusan Juta Hasil Kotak Amal Makam Gus Dur Disedekahkan Kembali Hasil kotak amal di makam Gus Dur. (Foto: Dok Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng)
Jombang - Rata-rata dalam sebulan, uang infak peziarah yang terkumpul di kotak amal makam Presiden ke 4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mencapai Rp 150 juta. Dana ini dikelola oleh Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) sepenuhnya untuk berbagai kegiatan sosial.

Manajer Program LSPT Muhammad Rusdi mengatakan, dana infak peziarah yang terkumpul di kotak amal makam Gus Dur, tak sepeser pun yang digunakan untuk pembangunan PP Tebuireng. Menurut dia, dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

"Ada kejadian banyak orang main ke pondok ingin minta bantuan karena kekurangan ekonomi. Kalau setiap hari harus bertemu dengan Gus Solah (Pengasuh PP Tebuireng KH Salahuddin Wahid) kan ribet, maka dibentuk lembaga untuk mengelola infak. Menurut beliau infak ini bukan haknya pesantren, tapi hak masyarakat kurang mampu," kata Rusdi saat berbincang dengan detikcom di kantor LSPT, Jalan Irian Jaya No 10, Tebuireng, Jombang, Kamis (22/3/2018).


Rusdi menuturkan, LSPT didirikan tahun 2007. Lembaga ini berada di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy'ari. Selain mengelola infak peziarah, lembaga ini juga mengelola infak donatur. Sejak tahun 2013 juga menjadi unit pengumpulan zakat.

Dana infak peziarah, lanjut Rusdi, digunakan untuk menyokong beberapa program sosial. Antara lain peduli siswa tak mampu menyentuh 52 anak, peduli yatim menyentuh 224 anak, bantuan abdi pesantren menyentuh 80 orang, 27 orang pensiunan guru swasta, 279 orang masyarakat miskin, 118 anak penerima beasiswa pendidikan di PP Tebuireng, 14 kesehatan anak dan 25 unit taman pendidikan Quran (TPQ).

Ratusan Juta Hasil Kotak Amal Makam Gus Dur Disedekahkan Kembali Foto: Dok Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng
Selain itu, dana infak juga digunakan untuk membantu pembangunan ratusan masjid dan musala di Jombang, bantuan terhadap lansia yang tak bisa beraktivitas, serta bantuan untuk korban bencana alam.

"Kami ada program rutin tiap bulan, fakir miskin dan lansia tiap tanggal 10 kami ajak salat duha di masjid, istigasah, pengajian. Pulangnya kami beri makanan dan uang saku," ujarnya.

Dari dana infak peziarah juga, kata Rusdi, kini terdapat Griya Sehat dan mobil kesehatan di area makam Gus Dur. "Griya Sehat untuk memberi bantuan medis ke para peziarah yang sakit ringan. Mobil sehat untuk mengantar peziarah yang butuh perawatan ke rumah sakit," terangnya.


Rata-rata dalam sebulan, dana infak peziarah yang terkumpul di kotak amal makam Gus Dur mencapai Rp 150 juta. Bahkan, pada bulan-bulan libur sekolah dan menjelang Ramadan, nilai infak mencapai Rp 250 juta/bulan.

Seperti Januari 2017, infak yang terkumpul Rp 251,6 juta, Juni Rp 233,2 juta dan Desember Rp 247,65 juta. Tingginya penerimaan infak ini seiring dengan semakin membeludaknya peziarah.


(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com