DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 08:33 WIB

Kata Mujiono soal Ali, Pembeli Rumah yang Bayar Pakai Uang Mainan

Adhar Muttaqin - detikNews
Kata Mujiono soal Ali, Pembeli Rumah yang Bayar Pakai Uang Mainan Mujiono, nasabah yang bayar utang ke BCA Tulungagung pakai uang mainan Rp 4,5 miliar. (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Tulungagung - Kasus jual beli rumah milik pengusaha Mujiono, warga Pulosari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung berakhir dengan dibayar pakai uang mainan Rp 4,5 miliar. Lantas siapa sosok Ali pembeli rumah itu?

"Saya belum kenal baik dengan Pak Ali. Katanya Gus (anak pemuka agama), kalau saya tidak pandang itu Gus atau apa yang jelas saya jual rumah untuk bayar utang, itu saja," kata Mujiono, Kamis (22/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Dijelaskan Mujiono, perkenalan dengan Ali terjadi melalui perantara dari Jakarta. Mujiono megenal perantara saat yang bersangkutan menjadi narasumber seminar UMKM di salah satu hotel di Tulungagung setahun lalu.

"Pak P itu narasumber dari (pemerintah) pusat, kemudian berselang satu tahun, saya lupa waktu dan tanggalnya, kalau tidak salah akhir Februari atau Maret, beliau telepon saya dan menanyakan rumah saya sudah laku atau belum," ujar pengusaha ikan dan air minum kemasan ini.


Dari obrolan itu, sang perantara mengaku memiliki seorang berniat membeli rumah Mujiono. P sempat menyebut imbalan Rp 300 juta apabila penjualan rumah tersebut sukses.

"Singkat cerita Pak Ali itu tiba-tiba sudah mengecek rumah yang saya jual itu, kebetulan saat itu sedang dibersihkan karyawan saya," cerita Mujiono.

Rumah yang dijual MujionoRumah yang dijual Mujiono (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)

Dari proses pengecekan lokasi rumah hingga deal harga, Mujiono tidak curiga dengan gelagat Ali, karena percaya perantara. Hingga akhirnya, ia sepakat untuk menjual rumahnya berikut dengan seluruh perabot dan gudangnya dengan angka Rp 15,1 miliar.

"Karena permintaannya banyak, barang-barang seperti meja antik itu ikut, kemudian minta dapur disempurnakan, termasuk gudangnya juga. Awalnya saya tawarkan Rp 17,5 miliar, kemudian dia bilang nawar sekali di angka Rp 15,1 miliar itu," jelas pria tiga anak ini.


Hingga akhirnya, Mujiono diminta ke Blitar untuk mengambil uang pembayaran dan akan disetorkan secara bersama di BCA Tulungagung guna melunasi dan menebus sertifikat rumah. Namun saat di bank, Senin (19/3), Ali tidak muncul, sedangkan uang yang dimasukkan dalam kardus telah dititipkan kepada Mujiono.

Mujiono shock karena setelah dibuka bersama karyawan BCA, kardus tersebut ternyata hanya berisi lembaran uang mainan dalam berbagai pecahan mata uang rupiah dan dollar AS. Polisi turun tangan menyelidiki kejadian ini. Tiga orang, termasuk Mujiono, telah diperiksa.

[Gambas:Video 20detik]


(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed