DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 19:22 WIB

Gembiranya 200 Warga Kurang Mampu Operasi Katarak Gratis

Ardian Fanani - detikNews
Gembiranya 200 Warga Kurang Mampu Operasi Katarak Gratis Bupati Anas meninjau kegiatan operasi katarak gratis yang digelar PMI. (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Untuk keenam kalinya, Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi menggelar pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi warga Banyuwangi. Aksi sosial yang disambut antusias ini diikuti oleh 2.000 warga kurang mampu.

Kegiatan yang digelar selama empat hari terhitung sejak tanggal 21-24 Maret 2018 ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) The John Fawcett Foundation.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi yang tinggi kepada PMI dan Yayasan John Fawcett yang menggelar aksi sosial ini secara kontinyu. Bagi Anas ini adalah sinergi yang positif untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan warga, terutama warga kurang mampu.

"Ini sinergi yang nyata untuk membantu pembangunan di bidang kesehatan. Warga yang tertarik program ini sebelumnya telah diskrining di puskesmas, setelahnya baru diambil tindakan di sini," jelas Anas usai membuka program sosial di Gedung PMI Banyuwangi, Rabu (21/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Anas tampak menyapa dan memberikan semangat kepada pasien yang akan melakukan pemasangan bola mata palsu. Salah satunya Lutfiana (9), gadis kecil yang tidak memiliki bola mata sebelah kanan sejak lahir.

"Tetap semangat belajar ya Nak. Kamu anak berani, hebat dan pintar," kata Anas menyemangati yang disambut senyum sumringah siswi kelas 3 SDN Blimbingsari 1 itu.
Bupati Anas saat menyemangati Lutfiana, siswi SD yang akan menjalani operasi pemasangan bola mata palsu. (Foto: Ardian Fanani)Bupati Anas saat menyemangati Lutfiana, siswi SD yang akan menjalani operasi pemasangan bola mata palsu. (Foto: Ardian Fanani)

Sementara itu, Senior Project Manager YKI The John Fawcett Foundation, Nyoman Wardana merinci ada 200 warga yang mendaftar operasi katarak, 20 warga yang menjalani pemasangan bola mata, sisanya mendapatkan pemeriksaan mata dan pembagian kaca mata gratis.

Sebelum mendapat tindakan, masyarakat yang telah mendaftar akan diperiksa secara bergiliran. Selama empat hari, terhitung sejak tanggal 21-24 Maret 2018, masyarakat yang telah mendaftar akan diperiksa secara bergiliran.

Dari pemeriksaan itu akan diketahui apakah masyarakat mengalami gangguan mata minus, plus atau silinder, termasuk ditentukan apakah masyarakat memerlukan operasi katarak hingga pemasangan bola mata palsu (protase).

"Pemeriksaan mata ini kita laksanakan selama empat hari. Hari pertama dan kedua sebanyak 750 pasien, hari ketiga 500 pasien dan hari keempat akan dilakukan pemeriksaan keliling di sekolah-sekolah," kata Nyoman.

Selama pengobatan ini, lanjut Nyoman, pihaknya membawa 5 dokter spesialis mata dan 25 tenaga medis. Untuk operasi katarak dilakukan di dalam 2 bus klinik yang disediakan YKI dalam kurun waktu antara 7-12 menit.

"Sementara pemasangan bola mata, membutuhkan waktu agak lama, karena bola mata tidak bisa langsung dipasang. Diukur dulu, baru nanti dibuatkan dan dipasangkan," jelasnya.


(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed