DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 16:31 WIB

Rekan Separtai Sebut Tewasnya Wakil Ketua PPP Jombang Janggal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rekan Separtai Sebut Tewasnya Wakil Ketua PPP Jombang Janggal Reka ulang tewasnya wakil ketua PPP Jombang (Foto: Eko Budianto/detikcom)
Jombang - Rekan sesama politisi menyebut ada kejanggalan dalam kasus tewasnya Wakil Ketua DPC PPP Jombang Muhammad Syafii Has (58). Penyelidikan polisi yang menunjukkan korban tewas saat berkencan dengan seorang waria, juga diragukan kebenarannya.

Kejanggalan ini diungkapkan Sekretaris DPC PPP Jombang Ja'far Sodik. Menurut dia, kejanggalan pertama terkait keberadaan sepeda motor korban. Sepeda motor Honda Vario nopol S 5869 OD ini disebut tak berada di depan warung di malam kejadian, Kamis (15/3).

"Saya dapat informasi dari istrinya (Syafii), istrinya diberitahu pemilik warung. Sepeda motor selama malam warung buka, tak ada di situ. Baru ada jam 5 pagi (16/3). Saat malam motornya tak ada di situ," kata Ja'far saat dihubungi detikcom, Selasa (20/3/2018).


Selain itu, lanjut Ja'far, sang istri hilang kontak dengan korban sejak pukul 22.00 WIB. "Jam 10 malam ditelepon sama istrinya tak diangkat, ponselnya aktif, di-SMS juga tak dibalas. Artinya, jam 10 itu bisa jadi korban sudah meninggal," ujarnya.

Sementara hasil penyelidikan Polresta Mojokerto, Syafii tiba di tempat prostitusi waria, Desa Mlirip, Jetis sekitar pukul 23.00 WIB. Korban datang seorang diri mengendarai sepeda motor yang diparkir di depan warung.

Seorang waria berinisial F alias V menghampiri korban untuk mengajaknya berkencan di kebun tebu tanggul Sungai Brantas. Saat berkencan itu lah, korban diduga mengalami serangan jantung hingga tewas.

Ja'far juga meragukan penyelidikan polisi bahwa korban berkencan dengan seorang waria. "Kesaksian istrinya, selama dia (Syafii) hidup, kalau sama bencong dia jijik. Ketika dia ke salon kalau ada bencong, dia tak mau," terangnya.

Sejumlah kejanggalan ini, kata Ja'far, sudah dia sampaikan ke polisi. "Sudah saya sampaikan ke polisi, saya sendiri yang menyampaikan via telepon kepada Kasat Reskrim Polresta Mojokerto," cetusnya.


Ja'far juga menyampaikan keberatannya terkait pemberitaan media massa yang menyebut Syafii sebagai politikus PPP.

"Kalau nulis, tolong penyebutan dia jangan disertakan PPP lagi, sebut saja warga Jombok. Karena imbasnya ke kami negatif banget. Apalagi dia di situ tidak dalam rangka tugas partai. Setelah dijadikan pengurus tahun 2016 tak pernah aktif memang, karena kondisi kesehatannya itu," tandasnya.

Syafii ditemukan tewas dengan posisi terlentang dan telanjang di kebun tebu tanggul Sungai Brantas, Desa Mlirip, Jetis, Jumat (16/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil reka ulang, korban tewas saat berkencan dengan waria berinisial F alias V.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed