DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 10:46 WIB

Biawak Brigadir Fian yang Gaul, Diajak Makan di Kafe dan Berenang

Muhajir Arifin - detikNews
Biawak Brigadir Fian yang Gaul, Diajak Makan di Kafe dan Berenang Biawak-biawak peliharaan Brigadir Arifian akrab dengan anak-anak dan tetangganya. (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Bagi kebanyakan orang, biawak mungkin hewan yang menjijikkan bahkan menakutkan. Namun itu tak berlaku bagi Brigadir Arifian Miftahul Firdauz dan keluarganya. Bagi keluarga ini, biawak adalah teman yang menyenangkan.

"Biawak-biawak peliharaan saya biasa main sama anak-anak. Istri saya juga senang memandikannya," kata Fian, sapaan akrab Brigadir Arifian di rumahnya, Selasa (20/3/2018).

Saking akrabnya dengan biawak, Fian tak jarang membawanya ke tempat kerja. Biasanya biawak yang dibawa ke tempat kerja merupakan biawak yang berukuran kecil sehingga tak mengganggu pekerjaannya.

"Saya juga ajak mereka mandi dan berenang bareng," tambahnya.
Biawak Brigadir Fian yang Gaul, Diajak Makan di Kafe dan BerenangFoto: Muhajir Arifin

Bak anak-anak sendiri, biawak-biawak yang dirawat sejak kecil tersebut juga diajak tidur bersama. Bahkan juga diajak jalan-jalan dan makan di kafe.

"Orang-orang tahu kalau biawak saya jinak. Jadi mereka tak terganggu," tandas warga Dusun Bengok Utara RT/RW 01/08 Desa/Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan ini.

Urusan makan untuk biawak jadi prioritas Fian. Biawak-biawak peliharaannya dijamin tak pernah kelaparan. "Mudah kok makanannya. Nggak banyak, biawak makan seminggu sekali," terangnya.

Dalam sebulan, Fian mengaku menyisihkan uang maksimal Rp 40 ribu untuk memberi makan keempat biawaknya. "Kalau nggak ada yang jual tikus putih, ya dibelikan kepala ayam, kadang-kadang daging," pungkasnya.
Biawak Brigadir Fian yang Gaul, Diajak Makan di Kafe dan BerenangBrigadir Arifian saat memberi makan biawak-biawaknya. (Foto: Muhajir Arifin)

Fian juga berbagi pengalaman menariknya selama merawat biawak. Di antaranya biawak yang lepas ke kampung hingga daging tikus di dalam lemari es yang disangka daging sapi oleh istrinya.

"Hahaha... Sebelum dikasihkan biawak, daging dipotong ukuran tertentu. Saat itu untuk stok saya taruh di kulkas. Istri saya hampir memasaknya. Untung saya tahu. Nggak mau lagi saya taruh makanan biawak di freezer," ujarnya sembari tertawa.

"Biawak yang besar, Leno, juga pernah kabur ke rumah warga. Saya sempat kaget dan mencarinya. Namun beberapa saat tetangga memberitahu kalau Leno ada di rumahnya. Warga di sini sudah tahu biawak milik saya jinak, jadi nggak takut mereka," ungkapnya.

Ada-ada saja, Pak.
Tak jarang Brigadir Arifian membawa salah satu biawaknya ke tempat tugas. (Foto: Muhajir Arifin)Tak jarang Brigadir Arifian membawa salah satu biawaknya ke tempat tugas. (Foto: Muhajir Arifin)

(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed