DetikNews
Jumat 16 Maret 2018, 00:01 WIB

Ini Dugaan Motif Penembakan Mobil Kadis Perumahan Surabaya

Zaenal Effendi - detikNews
Ini Dugaan Motif Penembakan Mobil Kadis Perumahan Surabaya Mobil Eri Cahyadi yang ditembak (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Surabaya - Polisi belum bisa memastikan motif RM menembak mobil milik Kadis Perumahan Kota Surabaya Eri Cahyadi. Eri sendiri hanya bisa menduga kasus penembakan ini terkait penertiban bangunan, proyek, atau perizinan.

RM sendiri mempunyai sebuah bengkel di kawasan Ketintang. Dan bengkel itu pernah bermasalah. Bangunan bengkel mobil itu pernah ditertibkan karena ada bangunannya yang tidak sesuai dengan IMB.

"Setelah kami tertibkan dengan membongkar tangga yang tidak sesuai dengan IMB, saya berpikir sudah selesai tidak ada apa apa. Tidak tahunya seperti ini," ujar Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto saat dihubungi detikcom, Kamis (15/3/2018).

Menurut Irvan, tangga pada bengkel tersebut tidak sesuai dengan IMB karena berdiri di atas garis sempadan. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya memberikan surat peringatan atas pelanggaran IMB itu.

"Sudah diberi peringatan 1, 2, dan 3. Kemudian Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya meminta bantuan kami untuk melakukan penyegelan. Tetapi tetap tidak ada niat untuk membongkar sehingga dilakukan pembongkaran," kata Irvan.

Irvan menjelaskan kronologi penyegelan hingga pembongkaran tangga bengkel milik RM yang menyalai IMB,

24 Maret 2017

Irvan mengaku insititusinya kembali mendapatkan surat dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya agar kembali menegur pemilik bangunan bengkel mobil dan melakukan penyesuaian bangunan sesuai IMB.

24 April 2017

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya kembali bersurat kepada Satpol PP memberitahukan jika IMB bengkel di kawasan Ketintang Madya dibekukan. "Dinas Cipta karya kembali sampaikan kalau IMB dibekukan tetapi tetap saja tidak ada niat baik," tambah Irvan.

26 Oktober 2017

Upaya persuasif Satpol PP dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada pemilik hingga terus dilanjutkan hingga tahun berikutnya.

"Mulai 11 Januari 2018 hingga 28 Februari 2018 kami terus melakukan pemberitahuan hingga kami lakukan penertiban pada 14 Maret 2018," pungkasnya.

Apakah kasus ini yang membuat RM marah dan melampiaskannya dengan menembaki mobil Eri Cahyadi?
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed