"Besar dampaknya, apalagi eksposur media sangat besar," kata pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Haryadi, kepada detikcom, Rabu (14/3/2018).
Haryadi mencontohkan kehadiran SBY di wilayah Mataraman (Madiun dan sekitarnya) untuk Khofifah-Emil pada Februari 2018. Kegiatan itu mampu mengangkat elektabilitas pasangan nomor urut 1.
"Pak SBY turun di Mataraman sampai 2 minggu dampak eksposur mengangkat posisi Khofifah-Emil yang jauh di bawah, tapi minggu ketiga mulai turun dan menunjukkan daya elektoral Pak SBY juga tinggi. Saya kira Khofifah juga akan menurunkan Hartarto (Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto)," sebut Haryadi.
Haryadi memperkirakan hal yang sama akan dilakukan pasangan nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur. "Dari Gus Ipul-Puti pasti juga akan ikut turun. Megawati, Prabowo, setidaknya akan turun dan mereka juga mempunyai tokoh lokal seperti Bu Risma dan pada level lokal Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) juga punya magnet di Pandalungan," ujar pengajar di Departemen Ilmu Politik ini.
Foto: Grafis: Andhika Akbarayansyah/detikcom |
Hadirnya para tokoh dan ketua umum partai ijuga akan memperkuat daya konsolidasi partai. Lanjut Haryadi, sampai saat ini konsolidasi antara calon dengan partai pendukung masih belum maksimal.
"Kalau mendongkrak elektabilitas dan suara bagi keduanya sangat tentatif, tetapi yang terpenting kehadiran figur akan memperkuat daya konsolidasi di daerahnya. Konsolidasi semua partai belum maksimal, bagaimana mengkonsolidasikan partai dengan calon dan itu ditentukan magnet elektoral," pungkas Haryadi.
Baca juga: Megawati akan Jadi Jurkam Pilkada Serentak |
Berdasarkan 4 lembaga survei, Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti Guntur imbang. Survei digelar Januari-Februari. Indopoll Network dan Libtang Kompas mendapatkan hasil Khofifah unggul tipis, sedangkan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) dan Polmark Research Center mendapatkan hasil sebaliknya.
Masing-masing lembaga survei menyebut hasilnya bisa berubah. Masih ada pemilih 'bimbang' atau pemilih yang menentukan pilihan di last minute (menjelang pencoblosan 27 Juni). Akankah 'tuah' tokoh seperti SBY, Megawati, Prabowo, dan ketum partai lain, berperan besar? (ze/trw)












































Foto: Grafis: Andhika Akbarayansyah/detikcom