DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 18:24 WIB

Perkakas Dapur dan Kain Putih Jadi Alat Penggandaan Uang di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Perkakas Dapur dan Kain Putih Jadi Alat Penggandaan Uang di Ponorogo Kain putih, gentong, dan ulekan jadi media penggandaan uang/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Kasus penipuan bermodus penggandaan uang yang menimpa Muhammad Sabil (56), sesepuh Desa Kepuhburuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, menggegerkan. Padahal semula Sabil ingin menolong tersangka, Siswoyo (40) warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Namun lambat laun malah Sabil malah menyetor sejumlah uang kepada Siswoyo.

"Katanya sebagai uang mahar, awalnya saya menyerahkan Rp 3 juta ditaruh di amplop putih terus diletakkan di bawah bantal. Beberapa menit kemudian berganti kertas putih, uangnya hilang, katanya diambil makhluk ghaib," tutur Sabil saat ditemui di rumahnya, Rabu (14/3/2018).

Kejadian seperti ini pun berulang hingga 17 bulan lamanya. Kemudian terbaru pada awal tahun 2018, Siswoyo membawa dua buah gentong dan satu ulekan yang diletakkan di kamar.

"Katanya kalau uangnya ditaruh di dalam gentong bisa bertambah dengan cara memukul ulekan di pinggir gentong," jelas Sabil.

Sabil pun mempraktekkan cara membungkus uang, pertama-tama uang dimasukkan ke dalam amplop kemudian dimasukkan ke dalam kain mori (kafan) berwarna putih lalu dimasukkan ke gentong.

"Nah yang memasukkan ke gentong itu hanya Siswoyo, saya dan dua anak saya tidak boleh, kami pun tidak tahu jika uang yang kami masukkan diganti uang palsu sama SIS," terang Sabil.


Bapak tiga anak ini mengaku seperti kena gendam. Pasalnya ia tidak sadar sudah menyetor uang kepada Siswoyo selama 17 bulan berturut-turut. Bahkan Sabil pun rela memberikan BPKB motornya untuk digadaikan Siswoyo di daerah Purwantoro.

"Saya seperti kena ilmu hitam, karena saya mengiyakan semua permintaan Siswoyo ini," ujar Sabil.

Bahkan tersangka, Siswoyo dan anak beserta istrinya tinggal di rumah Sabil. "Saya malah menganggap mereka itu seperti anak dan cucu saya sendiri, kedua anak saya pun malah keheranan dengan sikap saya," tegas Sabil.

Puncaknya, Selasa (13/3/2018) siang. Salah satu anak korban, Agus tiba-tiba marah dengan sikap Siswoyo yang mencurigakan. "Katanya bisa memanggil arwah, ditantang sama anak saya. Bahkan sampai dibawakan linggis. Akhirnya Siswoyo kabur, Saya dan anak saya mengejarnya. Siswoyo sempat tercebur kolam, setelah tertangkap, karena saya kasihan akhirnya saya lepas. Tapi dua anak saya lapor ke Polsek Siman," imbuh Sabil.

Akibat kejadian pengejaran tersebut, Sabil dan dua anaknya tidak tidur semalaman berjaga jika sewaktu-waktu Siswoyo kembali dan menghajar keluarga Sabil. "Saya dan dua anak saya berjaga. Ada salah satu tetangga yang melihat Siswoyo ini mengelilingi rumah kami. Karena ketakutan, kami tidak tidur semalaman," tukas Sabil.

Salah satu anak korban, Fiqi Nurfadillah (17) membenarkan apa yang diucapkan ayahnya. "Saya dan kakak ketakutan jika Siswoyo kembali ke sini dan menghajar kami, makanya kami berinisiatif melaporkan kejadian ini ke Polsek Siman agar tersangka segera diamankan," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed