DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 16:39 WIB

Gara-gara Status, Pemilik Akun FB Ini Dilaporkan ke Polisi

Eko Sudjarwo - detikNews
Gara-gara Status, Pemilik Akun FB Ini Dilaporkan ke Polisi Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Hati-hati menuliskan status di media sosial Anda. Jika tidak, bukan tidak mungkin jika Anda harus berurusan dengan pihak berwajib. Seperti halnya yang terjadi di Lamongan, sebuah akun Facebook dilaporkan ke polisi karena unggahan statusnya.

Status yang tertera di sebuah akun diduga komunitas ini dianggap menyinggung banyak pihak. Salah satunya adalah seorang pendamping desa di Lamongan, Abdul Rouf. Ia melaporkan pemilik akun Facebook atas nama NR karena dinilai telah menghina pendamping desa.

Tak hanya pendamping desa, akun yang sama juga dilaporkan oleh seorang kepala desa bernama Ali Ghufron. Ali merupakan Kades Gedangan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.

"Kami melaporkan dan mengadukan akun Facebook ini dengan aduan pencemaran nama baik terhadap kami, pendamping desa," terang Rouf.

Ali juga membawa bukti print out status akun Facebook ini saat melapor ke Mapolres Lamongan. "Saya datang melaporkan ini mewakili 10 kades dari Kecamatan Maduran," ungkap Ali kepada detikcom, Rabu (14/3/2018).


Status Facebook yang diunggah pada Selasa (13/3) itu bertuliskan: "Ternyata tidak hanya Kades yang banyak jadi "pemborong", Pendamping desa pun ada yang jadi "pemborong". BAJINGAN juga".

Status ini, menurut Ali, mengundang keresahan karena memunculkan persepsi buruk di masyarakat tentang profesi seseorang, seolah-olah nama yang disebutkan dalam akun adalah "bajingan". "Tulisan kasar itu tidak bisa diterima dan menyinggung Kades dan Pendamping Desa di Lamongan," terang Ali.

Lebih jauh, Ali menyebut, aduan yang dilakukannya ini semata-mata ingin memberikan pelajaran hukum kepada siapa saja agar bisa bertindak arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. "Apalagi akun facebook atas nama NR ini pemiliknya adalah seorang abdi negara yang kini masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menjabat sebagai Sekretaris Desa yang seharusnya menjadi panutan, bukan malah menyebarkan ujaran kebencian seperti ini," tutur Ali.

Dihubungi terpisah, Kasubbag Humas Polres Lamongan, AKP Sunaryono menyebutkan, jika pihaknya baru mendapatkan pengaduan dari salah seorang Kepala Desa dan pendamping desa.

"Ya mengadukan dan infonya besok (Kamis, red) akan kembali ke Polres melaporkan resmi," jelasnya.


(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed