DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 18:11 WIB

Daya Isap Berkurang, 14 Penyedot Air di 14 Rumah Pompa Diganti

Zaenal Effendi - detikNews
Daya Isap Berkurang, 14 Penyedot Air di 14 Rumah Pompa Diganti Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Pemkot Surabaya mengganti 14 pompa penyedot air dengan kapasitas yang lebih besar. Alasan penggantian pompa di 14 rumah pompa itu karena sudah tua, juga tidak bisa mengalirkan air 100 persen.

"Pompa-pompa yang akan diganti itu usianya sudah sekitar 20 tahunan, sehingga kapasitasnya sudah sangat berkurang dan biasanya hanya bisa mengeluarkan air 25 persen dari air yang dipompa," kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/3/2018).

Ke 14 pompa yang akan diganti berada di rumah pompa di Jagir Kemilir, Simolawang, Gunungsari II, Grahadi, Balongsari II, Kebon Agung, Morokrembangan, Medokan Ayu Hilir, Kalisari, Kalibokor, Jeblokan, Tambak Wedi, Kenari, dan Bratang.

Menurutnya, pemasangan pompa-pompa tersebut akan dilakukan secara bertahap. "Hingga saat ini, pengadaan pompa itu sudah ada pemenangnya dan sekarang masih proses pemesanan oleh pemenang lelang," ujar dia.

Erna memastikan peremajaan dan penambahan kapasitas itu hanya dilakukan bagi pompa-pompa yang sudah tua, sehingga pada sebuah rumah pompa yang berjumlah 56 itu, hanya ada satu atau dua yang akan digantikan. Sebab, di sebuah rumah pompa itu, biasanya ada empat sampai lima pompa. "Jadi, tidak lantas diganti semuanya. Kami benar-benar pilih yang sudah tidak layak pakai dan sudah tua," ungkap Erna.

Untuk rumah pompa, Pemkot Surabaya sudah berencana menambah lima rumah pompa baru di beberapa titik di Kota Surabaya, seperti di Kalimas, Kalianak, Sememi, Romokalisari dan Kali Perbatasan. Bahkan, untuk menghindari kesan kumuh di rumah pompa itu, Pemkot Surabaya sudah mempercantik rumah pompa dan pompa air itu dengan mengecat warna-warni.

Selain itu, Dinas PU Bina Marga dan Pamatusan juga akan menambah 12 unit genset untuk rumah pompa. Tujuannya, apabila terjadi listrik padam, maka bisa menggunakan genset itu, sehingga rumah pompa itu tetap bisa dioperasikan.

"Selama ini pemkot kan mengandalkan trafo listrik milik PLN, sehingga kalau trafo listrik itu padam, maka rumah pompa tidak bisa dioperasikan. Makanya kita beri genset yang kita adakan secara bertahap," tambahnya.

Sementara rumah pompa yang sudah dilengkapi genset, hanya memiliki kapasitas 500 kva. Pada tahun 2018 pemkot melakukan pengadaan 12 genset dengan dengan kapasitas yang lebih besar. "Rinciannya, 2 unit genset baru kapasitas 500 kva, 2 unit genset kapasitas 800 kva, dan 8 unit genset kapasitas 1000 kva," pungkas Erna.
(ze/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed