DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 09:20 WIB

Warga Situbondo Deklarasi Tolak Persekusi dan Anti Hoax

Ghazali Dasuqi - detikNews
Warga Situbondo Deklarasi Tolak Persekusi dan Anti Hoax Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Menjelang Pemilihan Gubernur mendatang, aparat kepolisian Situbondo mulai melakukan langkah-langkah pengamanan. Salah satunya, dengan memotori kesepakatan menolak tindakan persekusi dan anti hoax.

Kesepakatan ini melibatkan berbagai unsur di Situbondo. Mulai Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, sehingga jumlah ormas, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, serta sejumlah komintas, perwakilan sejumlah pondok pesantren, dan elemen masyarakat lainnya.

Komitmen bersama menolak persekusi dan anti hoax ini tertuang dalam sebuah deklarasi. Deklarasi tolak persekusi dan anti hoax ditandatangani bersama di Masjid Al-Asykar Polres Situbondo.

"Deklarasi menolak persekusi dan anti hoax itu ditandatangani tadi malam. Bapak Kapolres sengaja melibatkan semua pihak. Ini penting untuk menjaga kondusivitas daerah," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo, Selasa (13/3/2018).

Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Sutiyono menegaskan, maksud digelarnya deklsrasi Tolak Persekusi dan Anti Hoax ini untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. Khususnya, menjelang pesta demokrasi Pilgub Jatim 2018, dengan mensinergikan semua elemen masyarakat agar bersama-sama satu persepsi menolak persekusi dan Anti Hoax.

"Kesamaan persepsi ini sangat penting, karena gencarnya perkembangan teknologi digital yang membuat masyarakat lebih mudah mengakses informasi, walaupun masih belum valid kebenarannya. Baik infromasi Hoax, Hate Speech dan Provokasi yang seakan tidak bias dibendung. Karena itu peran seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mengantisipasinya," tegas Kapolres Sigit.

Selama ini, sambung Sigit, banyak status kritikan di media sosial berujung pada persekusi. Yakni perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis, baik oleh individu atau kelompok, terhadap individu atau kelompok lain.

"Kejadian-kejadian seperti ini harus kita cegah bersama. Persekusi bukanlah solusi," tandas perwira dengan dua melati di pundak itu.

Dengan dukungan semua elemen masyarakat, Kapolrea Sigit berharap, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar lebih bijak bersosial media. Kendalaikan setiap postingan dengan tidak menuliskan sesuatu yang menyakiti pihak lain, termasuk dalam menyambut pelaksanaan Pilkada mendatang.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed