"Ini yang paling parah itu di dekatnya dealer motor di Jalan Soekarno Hatta itu, bagian atas trotoar ambrol. Padahal di lokasi itu kalau malam sering digunakan anak-anak muda untuk nongkrong ambil ngopi," kata salah seorang warga Roni, Senin (12/3/2018).
Menurutnya, kondisi trotoar yang rusak sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun belum ada langkah perbaikan dari pemerintah daerah. Ia khawatir bila dibiarkan bisa membahayakan warga yang sering beraktifitas di sekitarnya.
"Kalau ada anak-anak yang ngopi terus terperosok ke situ siapa yang tanggung jawab ? kalaupun belum ada perbaikan, seharusnya pengamanannya, minimal dipasang rambu atau penghalang, la itu dibiarkan saja," ujarnya.
Selain di dekat dealer sepeda motor juga terdapat beberapa lokasi trotoar yang mengalami kerusakan, termasuk di depan Hotel Widowati di Jalan Soekarno Hatta. Pihaknya berharap, kerusakan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup ( PKPLH) Kabupaten Trenggalek, Agung Sujatmiko mengakui kondisi kerusakan trotoar tersebut. Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan dilokasi.
Meski demikian, instansinya belum bisa melakukan perbaikan pada tahun ini, karena terbatasnya anggaran. Sedangkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) juga belum memungkinkan untuk dianggarkan.
"Kami mengakui dan itu memang wajah kota, sebetulnya kerusakan itu tidak hanya terjadi di situ, tapi mulai dari Kelurahan Kelutan ke utara juga demikian, namun lagi-lagi kami mengalami keterbatasan anggaran," katanya.
Dijelaskan, untuk tahun ini pihakhya baru menganggarkan untuk perombakan trotoar yang ada di utara stadion Menaksopal guna melanjutkan pembangunan sebelumnya. Pembangunan itu pun terbatas dan dimungkinkan hanya sampai di depan Gedung Serbaguna Kelutan.
"Kalau yang kelutan ini sebetulnya cukup darurat, karena selain wajah kota, saluran yang ada di bawah trotoar juga rusak, sehingga sering tergenang banjir," ujar Agung.
Lebih lanjut Agung menerangkan, untuk trotoar di Jalan Soekarno-Hatta sisi utara kondisinya belum terlalu parah, karena kerusakan yang terjadi hanya sebatas pada bagian atas, sedangkan kondisi salurah masih cukup baik.
"Kalau yang jebol itu sebetulnya bisa dianggarkan melalui PAK, tambal sulam, tapi apa ya menarik. Apalagi tahum berikutnya dibangun lagi, lebih baik dibangun sekalian," jelasnya.
Kepala Dinas PKPLH ini juga mengakui, saat ini kawasan Soekarno-Hatta utara mulai banyak dimanfaatkan untuk aktifitas nongkrong dan ngopi oleh anak-anak muda pada saat malam hari.
"Ini sebetulnya cukup bagus, karena disitu sudah mulai ada geliat aktifitas ekonomi. Sebetulnya kami memiliki komitmen untuk menata wajah kota, namun demikian kembali lagi ada keterbatasan anggaran, jadi harus bertahap," ujarnya. (fat/fat)











































