Akibat terkena bencana itu sekitar 1,5 bulan lalu, tiga ruangan kelas ambruk. Puing-puing bangunan masih terlihat. Cucu Bung Karno itu pun tidak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya.
"Sarana, prasarana serta infrastruktur pendidikan harus layak dan baik. Supaya para siswa dapat belajar dengan nyaman," kata Puti.
Pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menaruh perhatian penting untuk urusan pendidikan. Paslon nomor 2 itu telah merancang pendidikan gratis dan Madrasah Diniyah Plus.
Puti menjelaskan, salah satu permasalahan pendidikan adalah kurang memadainya infrastruktur. Persoalan itu juga terjadi di pondok pesantren dan madrasah.
"Sehingga, Gus Ipul dan saya menyusun program peningkatan sarana prasarana sekolah dalam skala prioritas kebijakan, jika kami berdua terpilih dalam Pilkada Jawa Timur," lanjut Puti.
Ia kembali mengungkapkan keprihatinannya ketika melihat bangunan sekolah yang terkena bencana. "Atapnya ada yang mau roboh. Saat hujan, airnya masuk," ujar Puti.
Siswa yang kelasnya rusak juga terpaksa harus bergantian ruang belajar dengan siswa dari kelas yang lain. Melihat hal ini, Puti berjanji akan mencarikan solusi untuk Pondok Pesantren Al Mubarokah yang roboh.
"Kami akan mengurangi beban masalah di pondok ini," pungkasnya.
Rohmatullah, pengasuh pondok pesantren yang mendampingi Puti pun berharap pemerintah turun tangan membantu.
"Sementara, kami tanggulangi dengan membuat sekat-sekat ruang kelas. Tapi tentu ini tidak membuat siswa nyaman. Apalagi, siswa kelas 6 sebentar lagi ujian," ujar Rohmatullah.
Ia berterimakasih karena Puti berkenan untuk berkunjung dan memberikan perhatian. "Kunjungan beliau menggugah batin kami. Semangat kami bangkit untuk memberi pendidikan terbaik pada siswa," lanjutnya.
Diakui Rohmatullah, dalam membangun sekolahnya kembali, pihaknya banyak terkendala pendanaan. "Apalagi sekolah ini dibangun swadaya demi memberikan pendidikan terbaik bagi siswa di sini," tutupnya. (lll/iwd)










































