Pembersihan pratima ini adalah sebagian ritual dalam upacara Melasti menjelang tapa brata Nyepi. Pratima itu berupa umbul-umbul, senjata dan peralatan lain yang dibersihkan setahun sekali.
"Pembersihan pratima ini sebagai pembersihan niskala sekala sebelum menjalankan tapa brata Nyepi menyambut Tahun Baru 1940 Saka," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar, Lestari kepada detikcom, Minggu (11/3/2018).
Dalam Dharma Sesaji, lanjut dia, ini merupakan upacara melaksanakan Tri Hitakarana. Yakni hubungan manusia dengan Tuhan, dengan manusia dan dengan alam.
Ratusan Peralatan Sembahyang Disucikan Foto: Erliana Riady |
"Melasti ini sebagai hubungan manusia dengan alam. Semua unsur yang terkandung dalam kehidupan manusia kita bersihkan agar senantiasa selaras dengan alam," tambahnya.
Upacara Melasti kali ini bertema melalui catur brata penyepian tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI.
Lantunan gending Jawa terus mengalun di sela acara berlangsung. Upacara dipimpin oleh Ida Pandita Dharmika Sandhi Kertajaya dari Kediri.
Sebanyak 12 ribu umat Hindu tampak memenuhi bibir Pantai Jolosutro yang berpasir putih. Usai melarung sesaji di pantai, ribuan umat Hindu itu khusuk memanjatkan doa. Dua telapak tangan tertangkup di atas kepala. Sambil memegang sekuntum bunga, semerbak aroma dupa menambah suasana semakin khidmat.
Meski di bawah terik matahari yang sangat menyengat, Melasti diikuti dengan tertib dan rapi sejak awal pelaksanaan sampai usai. (fat/fat)












































Ratusan Peralatan Sembahyang Disucikan Foto: Erliana Riady