detikNews
Sabtu 10 Maret 2018, 19:19 WIB

Banyuwangi Gandeng Penggiat Medsos Jadi PR Wisata dan Budaya

Ardian Fanani - detikNews
Banyuwangi Gandeng Penggiat Medsos Jadi PR Wisata dan Budaya Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi memanfaatkan pengguna media sosial (medsos) mempromosikan berbagai program unggulan. Pemkab mengajak masyarakat Banyuwangi menjadi Public Relation (PR) untuk pembangunan kota paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

"Banyuwangi memiliki segudang program yang bisa diunggulkan. Selain potensi wisata alam dan budaya, tradisi di Banyuwangi tak kalah dengan daerah lain. Ini yang ingin kita tunjukkan kepada dunia. Melalui jari tangan anak muda Banyuwangi, kita yakin Banyuwangi bisa lebih cepat berkembang," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam pertemuan anak-anak media sosial (medsos), yang digelar di Blambangan Ballroom, Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, Sabtu (10/3/2018).

Anas mengaku, dominasi pengguna medsos tak hanya didominasi orang kota. Di Banyuwangi, seluruh pelosok desa dan di pinggiran susah terjangkau dengan jaringan internet. Ini memudahkan masyarakat desa dan di pinggiran mengangkat potensi yang dimiliki daerahnya.

"Kita memang sangat concern dengan digitalisasi. Sudah siap sejak dulu. Mulai dari pemasangan titik Wi-Fi berjumlah 1400 titik. Hingga Smart Kampung yang juga digunakan sebagai wadah anak muda dan masyarakat untuk melek IT," tambahnya.

Sementara data dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banyuwangi, di Banyuwangi, terdapat 800 ribu pengguna internet, 784 ribu di antaranya merupakan pengguna aktif.

"Kita juga punya potensi bentang alam yang indah, potensi budaya yang lestari sejak nenek moyang. Nah potensi alam, budaya dan masyarakat pengguna medsos ini kita arahkan untuk membangun Banyuwangi," kata Plt Diskominfo dan Persandian, Budi Susanto.

Dia mengatakan medsos memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk mempromosikan potensi daerah. "Bagaimana kita sama-sama menjual, bagaimana Banyuwangi bisa dilihat dan diketahui tidak hanya orang Banyuwangi, tapi juga orang luar negeri," katanya.

Acara yang dihadiri oleh ratusan penggiat medsos di Banyuwangi ini juga dihadiri oleh Fitri Carlina. Artis asal Banyuwangi ini menjadi pembicara dalam ajang ini.

Kepada penggiat medsos, Fitri menyatakan keprihatinannya terhadap konten-konten negatif yang beredar di sosmed, khususnya di Banyuwangi. Memang tidak banyak, tapi ada beberapa akun instagram yang mencatut nama Banyuwangi namun menampilkan foto wanita seksi.

"Kontennya seksi tapi bukan art, jadi lebih ke arah porno ya. Itu sebaiknya difilter lebih baik ya," kata Fitri.

Sebelum upload sebuah foto atau video ke medsos, dia mengaku memeriksa sekali lagi konten tersebut. Mulai dari pakaian, pose dirinya, hingga kata yang terucap atau tertulis dalam caption mengganggu orang lain atau tidak.

"Boleh sih lucu-lucuan atau bagaimana tapi masih dalam batasan kesopanan. Global bukan berarti harus internasional, tapi dimana jiwa kita, jiwa kita di Banyuwangi, itu yang harus ditunjukkan," kata biduan berambut panjang itu.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com