DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 09:40 WIB

Kisah Pilu Ibu Muda asal Lamongan yang Derita Tumor Mata

Eko Sudjarwo - detikNews
Kisah Pilu Ibu Muda asal Lamongan yang Derita Tumor Mata Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Iba dan terenyuh melihat kondisi seorang ibu asal Lamongan ini. Beberapa tahun terakhir, Nur Khotimah hanya bisa merintih kesakitan akibat penyakit yang dideritanya.

Warga Dusun Katar, Desa Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, Lamongan itu mengidap tumor mata di sebelah kirinya. Akibat tumor mata tersebut, bola mata Nur yang membengkak dan berwarna merah itu seolah-olah nyaris keluar.

"Awalnya, dipicu dengan kejadian yang sangat sepele, tergores daun jagung saat panen jagung pada 2015 lalu," tutur Samidi menceritakan awal sakit yang dialami oleh anaknya.

Samidi (60) bercerita, pada tahun 2015 lalu, Nur ikut panen jagung di lahan persil milik Perhutani. Saat itulah mata kiri putrinya itu kemudian tergores daun jagung.

Sejak terkena daun jagung itu, kata Samidi, mata sebelah kiri anaknya terasa gatal. "Setelah terkena ini, sudah beberapa kali diperiksakan tapi hasilnya matanya semakin bengkak dan bola matanya keluar," papar Samidi.

Samidi juga mengatakan Nur sering mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada mata kirinya. Namun rasa sakit itu akan sedikit berkurang jika darah sudah mulai keluar dari mata putrinya.

"Mata saya yang sebelah kiri yang terkena tumor ini sudah tidak bisa melihat," aku Samidi menirukan anaknya, ditemui wartawan saat sedang mengurus keanggotaan sebagai peserta BPJS.
Kisah Pilu Ibu Muda asal Lamongan yang Derita Tumor MataFoto: Eko Sudjarwo

Penderitaan anak pasangan Samidi (60) Sumarmi (55) itu seakan bertambah tatkala suami Nur pergi meninggalkan putrinya dan anak semata wayang mereka yang baru berusia 6 tahun.

Karena sakitnya itu, wanita berusia 31 tahun tersebut akhirnya dirawat di RSUD Ngimbang Lamongan selama beberapa waktu. Setelah itu Nur mendapat rujukan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Dirujuk ke RS dr Soetomo setelah dirawat di RSUD Ngimbang dan saat ini ada di rumah singgah milik Pemkab Lamongan yang ada di Surabaya," aku Samidi.

Samidi yang hanya pensiunan PNS dengan golongan terakhir II D ini pun mengaku senang ketika mendengar putrinya bisa dirujuk ke Surabaya. Namun mereka terkendala biaya perjalanan untuk membawa Nur ke kota tersebut.

Beruntung kemudian kisah keluarga miskin ini didengar oleh seorang dermawan yang membantu menyewakan kendaraan untuk membawa Nur dan anggota keluarganya ke Surabaya.

"Saya dibantu seorang dermawan dan seorang polisi yang membantu saya menguruskan BPJS, yang saya sendiri juga tidak kenal," ungkap Samidi yang juga menyebut kalau anaknya sudah rutin memeriksakan diri sejak 2016.

Sementara itu, Rendra, salah seorang relawan yang selama ini membantu Samidi dan keluarganya mengatakan, Nur terpaksa harus didaftarkan di BPJS Mandiri agar bisa segera dilakukan penindakan atas sakitnya.

"Kami tergerak menolong karena rasa kemanusiaan," tutur Rendra.
(lll/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed