DetikNews
Rabu 07 Maret 2018, 14:27 WIB

KPU Bondowoso Copot PPK Jambesari yang Pernah Tersangkut Pidana

Chuk S Widharsa - detikNews
KPU Bondowoso Copot PPK Jambesari yang Pernah Tersangkut Pidana Foto: Chuk S Widarsha
Bondowoso - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso akan segera mengambil langkah terhadap tenaga PPK yang diketahui tak memenuhi syarat formil. Tindakan itu berupa pencopotan.

"Kami sudah mengadakan rapat pleno. Dalam minggu ini dia akan di-PAW," ungkap Komisioner KPU Bondowoso, Junaidi, saat ditemui di kantornya, Jl Mastrip, Rabu (7/3/2018).

Dia menjelaskan, tindakan itu menyusul pengaduan dari masyarakat bahwa ada salah seorang anggota PPK yang ternyata pernah jadi narapidana. Anggota PPK Jambesari Darussolah itu berinisial SA.

"Pengaduan itu lantas kami kroscek ke bawah. Termasuk ke jajaran samping, yaitu polisi, Kejari, dan PN. Ternyata memang benar," papar Junaidi.

Disebut bahwa KPU Bondowoso kecolongan tentang rekrutmen tenaga PPK, Junaidi berkelit jika pihaknya tetap menunggu pernyataan formal dari instansi berwenang itu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, salah seorang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jambesari Darussolah, SA, sebenarnya tidak memenuhi syarat formil. Pasalnya dia pernah menjadi narapidana.

Majelis hakim PN setempat menyatakan dia telah melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak dan perempuan (PPA) dan memvonis SA kurungan 5 tahun penjara.

Sementara itu, proses rekrutmen tenaga PPK memang telah dilakukan pada bulan Oktober 2017 silam. Para tenaga PPK untuk Pilkada yang akan digelar pada Juni 2018 itu pun telah mulai efektif bekerja sejak Januari 2018.

Dari beberapa syarat administrasi yang telah ditentukan untuk menjadi anggota PPK, salah satunya menyebutkan, tidak pernah melakukan tindak pidana dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara. Dan telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed